Perayaan May Day 2026, Buruh Merapat Ke Monas
Jakarta, tvOnenews.com - Ribuan buruh dari berbagai daerah memadati kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, dalam peringatan Hari Buruh Internasional yang berlangsung pada Kamis (1/5/2026) pagi.
Massa terlihat mulai berdatangan sejak pagi hari melalui sejumlah titik masuk, terutama dari arah Stasiun Gambir menuju pintu kawasan Monas.
Kehadiran peserta tidak hanya berasal dari serikat pekerja, tetapi juga melibatkan pengemudi ojek online yang turut bergabung dalam aksi tersebut.
Sejumlah buruh bahkan datang bersama anggota keluarga, termasuk anak-anak, sambil membawa atribut organisasi masing-masing.
Kepadatan massa menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar Jalan Medan Merdeka Tenggara. Hingga pagi hari, belum diberlakukan rekayasa lalu lintas secara resmi, meski pergerakan massa menuju lokasi utama terus meningkat.
Aparat menyatakan pengaturan lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
Berdasarkan data dari kepolisian, jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari 200 ribu orang. Mobilisasi massa didukung oleh sekitar 4.000 bus yang secara bergantian menurunkan penumpang di sekitar kawasan Monas sejak pagi hari.
Kendaraan tersebut kemudian diarahkan ke sejumlah kantong parkir yang telah disiapkan di beberapa lokasi, termasuk Kemayoran, Pancoran, dan kawasan Gelora Bung Karno.
Pengamanan kegiatan melibatkan lebih dari 24.000 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polda Metro Jaya, TNI, pemerintah daerah, serta petugas pengamanan dalam. Aparat disiagakan untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.
Panggung utama peringatan Hari Buruh ditempatkan di sisi yang mengarah ke kawasan Istana Merdeka dan RRI. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara tersebut.
Perayaan Hari Buruh tahun ini dipusatkan di Monas setelah sebelumnya direncanakan berlangsung di gedung DPR RI.
Perubahan lokasi terjadi setelah adanya pertemuan antara pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan pemerintah pada 28 April.
Dalam peringatan tersebut, buruh menyuarakan sedikitnya 11 tuntutan, di antaranya pengesahan undang-undang ketenagakerjaan baru, penghapusan sistem alih daya, perlindungan terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja akibat dinamika ekonomi global, serta reformasi kebijakan perpajakan termasuk penghapusan pajak atas tunjangan hari raya dan pesangon.