Darurat Sampah, Energi Jadi Solusi
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah kembali mendorong percepatan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai bagian dari upaya mengatasi darurat sampah nasional.
Program tersebut diproyeksikan menjadi solusi untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi listrik melalui teknologi waste to energy.
Skema PSEL bekerja dengan cara memusnahkan sampah secara massal menggunakan teknologi pembakaran.
Panas hasil pembakaran kemudian digunakan untuk menghasilkan uap yang memutar turbin dan generator pembangkit listrik.
Selain mereduksi timbunan sampah, sistem ini juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan energi di sejumlah daerah.
Pelaksanaan proyek melibatkan kerja sama pemerintah pusat dan daerah, mulai dari penyediaan lahan, pembiayaan, proses lelang, hingga distribusi listrik hasil pengolahan sampah.
Namun di lapangan, percepatan proyek masih menghadapi berbagai tantangan seperti sinkronisasi regulasi, kesiapan teknis, koordinasi antarinstansi, hingga pendanaan.
Pemerintah menargetkan persoalan sampah dapat tertangani dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Pengelolaan sampah disebut sebagai program prioritas nasional yang membutuhkan sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar implementasi berjalan efektif.
Masyarakat menyambut positif percepatan proyek PSEL karena dinilai dapat membantu mengurangi bau, tumpukan sampah, hingga potensi penyakit di lingkungan permukiman.
Namun warga berharap pelaksanaan program dilakukan secara serius, transparan, dan tidak berhenti pada tahap perencanaan semata.
Pengamat menilai keberhasilan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dan pengawasan berkelanjutan.
Selain komitmen pemerintah, perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumber juga dinilai menjadi faktor penting untuk mendukung efektivitas sistem waste to energy di masa depan.