news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kasus Dugaan Penipuan WO, Mantan Karyawan Belum Digaji

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:42 WIB
Reporter:

Jakata, tvOnenews.com - Kasus dugaan penipuan yang menyeret wedding organizer (WO) Marwah Catering Service terus berkembang. 

Tidak hanya merugikan calon pengantin, sejumlah mantan karyawan juga mengaku menjadi korban setelah berbulan-bulan tidak menerima gaji dari pihak perusahaan.

Kasus ini mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial viral memperlihatkan pesta pernikahan yang diduga gagal terlaksana sesuai kesepakatan. 

Dalam video yang beredar, pasangan pengantin disebut telah membayar paket pernikahan senilai Rp85,5 juta, namun pada hari pelaksanaan tidak terdapat dekorasi maupun layanan katering sebagaimana dijanjikan pihak WO.

Penelusuran ke gudang operasional WO Marwah memperlihatkan kondisi bangunan yang terbengkalai dan dipenuhi barang-barang pernikahan yang tersisa. 

Di lokasi tersebut masih terdapat sejumlah perlengkapan prasmanan, dekorasi pelaminan, busana pengantin, hingga berbagai properti acara yang tampak tidak terurus.

Sebagian barang di gudang disebut telah diambil oleh klien yang merasa dirugikan. Mereka mendatangi lokasi setelah dugaan penipuan ramai diperbincangkan di media sosial. 

Situasi itu memperlihatkan besarnya kerugian yang dialami konsumen maupun pihak internal perusahaan.

Selain calon pengantin, mantan pekerja WO juga mengungkapkan kondisi yang mereka alami selama bekerja. 

Salah satu mantan karyawan mengaku tidak pernah menerima gaji selama delapan bulan bekerja. Karyawan lain menyebut dirinya belum dibayar sejak Juli 2025 dan selama ini terus dijanjikan pembayaran oleh pemilik usaha.

Menurut pengakuan para pekerja, terdapat lebih dari 25 karyawan yang belum menerima hak mereka. Nilai tunggakan gaji disebut bervariasi, mulai dari puluhan juta rupiah hingga lebih dari Rp30 juta per orang.

Hingga kini, keberadaan pemilik WO disebut tidak diketahui dan komunikasi dengan para karyawan telah terputus.

Kasus ini kembali menyoroti lemahnya perlindungan konsumen dalam industri jasa pernikahan yang beberapa tahun terakhir kerap memunculkan aduan serupa. 

Pengamat perlindungan konsumen menilai calon pengantin perlu lebih berhati-hati memilih vendor dengan memastikan legalitas usaha, rekam jejak layanan, serta sistem pembayaran yang transparan untuk menghindari risiko kerugian besar menjelang hari pernikahan.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:08
07:53
02:43
05:11
01:51
04:58

Viral