news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Konflik AS vs Iran Meluas, Bahrain-Kuwait Dihantam Rudal

Senin, 8 Juni 2026 - 11:38 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangkaian serangan yang melibatkan Iran, Israel, dan sejumlah negara di kawasan Teluk. 

Situasi tersebut dinilai semakin memperkecil peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya sempat menunjukkan perkembangan positif.

Pengamat geopolitik dan pertahanan Fahmi Alfiansi Pane mengatakan proses perundingan antara Washington dan Teheran sebenarnya telah mendekati tahap finalisasi pada akhir Mei lalu. 

Namun berbagai perkembangan di lapangan, termasuk meningkatnya aksi militer dan dinamika politik regional, membuat proses tersebut kembali terhambat.

Menurut Fahmi, eskalasi konflik terjadi setelah muncul serangan dan balasan serangan yang melibatkan sejumlah wilayah strategis di kawasan Teluk. 

Iran disebut melancarkan serangan terhadap fasilitas yang dikaitkan dengan kepentingan militer Amerika Serikat di beberapa negara tetangga sebagai respons atas perkembangan situasi keamanan yang terjadi sebelumnya.

Ia menilai kondisi saat ini berbeda dibandingkan periode ketegangan sebelumnya karena konflik tidak lagi terbatas pada Iran dan Israel semata. 

Keterlibatan sejumlah aktor regional dinilai berpotensi memperluas dampak konflik apabila tidak segera dikendalikan melalui jalur diplomasi.

Meski demikian, Fahmi memperkirakan negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait akan berupaya menghindari keterlibatan langsung dalam perang berskala besar. 

Menurutnya, negara-negara tersebut memiliki kepentingan ekonomi dan keamanan yang besar untuk menjaga stabilitas kawasan.

Fahmi juga menyoroti dampak ekonomi yang mulai dirasakan akibat meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi dunia. 

Gangguan terhadap stabilitas kawasan tersebut berpotensi memengaruhi harga energi dan berbagai komoditas global.

Karena itu, ia mendorong Indonesia mengambil peran diplomatik yang lebih aktif dengan menjalin komunikasi strategis bersama negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, dan Prancis guna mendorong seluruh pihak kembali ke meja perundingan.

Menurut Fahmi, langkah diplomasi menjadi semakin penting mengingat peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran saat ini dinilai semakin mengecil di tengah meningkatnya aksi militer di kawasan.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:05
02:16
00:51
03:20
06:04
09:03

Viral