Pemerintah Minta Maaf Atas Wafatnya 5 Peserta Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menyampaikan permohonan maaf atas meninggalnya lima orang peserta pelatihan dasar calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Pemerintah memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pelatihan agar kejadian serupa tidak terulang.
Perwakilan Badan Komunikasi Pemerintah, Hariqo Wibawa Satria, menyampaikan duka cita atas musibah tersebut.
Ia menegaskan bahwa pelatihan sejak awal dirancang untuk membentuk integritas, kejujuran, dan kemampuan intelektual para calon manajer koperasi, bukan mengutamakan kemampuan fisik.
Menurut Hariko, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan.
Pemeriksaan tersebut meliputi tes fisik, laboratorium darah dan urine, radiologi, pemeriksaan gigi, tes kehamilan bagi peserta perempuan, elektrokardiogram (EKG), pemeriksaan jantung, hingga pemeriksaan kesehatan mental dan ideologi.
Ia menjelaskan, pelatihan kepemimpinan tersebut bertujuan membekali para calon manajer dalam mengelola koperasi desa dan koperasi nelayan yang akan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Materi yang diberikan mencakup kepemimpinan antikorupsi, tata kelola koperasi, pemasaran, serta pemberdayaan petani, peternak, nelayan, pekebun, dan pelaku usaha kecil.
Pemerintah menyatakan pelaksanaan pelatihan akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing peserta.
Panitia juga akan melakukan pemetaan kesehatan lanjutan serta pemeriksaan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko.
Selain itu, sebanyak 32 peserta telah dipulangkan karena pertimbangan kondisi kesehatan.
Meski demikian, pemerintah memastikan hak mereka sebagai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tetap dipertahankan.
Ke depan, peserta akan dikelompokkan berdasarkan kemampuan dan kondisi fisik sehingga pelaksanaan pelatihan dapat berlangsung lebih aman dan sesuai dengan kapasitas masing-masing.