news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rp20 Ribu/Kg, Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak Menjerit

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:11 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com – Peternak ayam petelur di sejumlah daerah mengeluhkan anjloknya harga telur yang kini berada di bawah biaya produksi. 

Kondisi tersebut membuat banyak peternak merugi hingga terancam gulung tikar apabila tidak segera ada intervensi pemerintah.

Di Dusun Canden, Desa Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, harga jual telur di tingkat peternak saat ini hanya berkisar Rp20.000 per kilogram. Nilai tersebut dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat.

Salah satu beban terbesar berasal dari harga pakan ternak. Harga pakan yang sebelumnya sekitar Rp435.000 per sak kini naik menjadi sekitar Rp470.000 per sak. Untuk menekan biaya operasional, sejumlah peternak terpaksa mengurangi tenaga kerja harian.

Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga telur di pasaran agar usaha mereka tetap dapat bertahan.

Kondisi serupa juga dialami peternak ayam petelur di Kabupaten Pandeglang, Banten. Harga telur di tingkat peternak saat ini berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram, atau turun sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 dibandingkan harga normal yang mencapai Rp25.000 per kilogram.

Peternak mengaku hasil penjualan telur tidak lagi mampu menutup biaya operasional kandang yang terus meningkat. 

Mereka meminta pemerintah tidak hanya menstabilkan harga telur, tetapi juga mengendalikan harga pakan ternak.

Sementara itu, ratusan peternak telur di Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Jawa Timur sebagai bentuk protes atas anjloknya harga telur.

Dalam aksi tersebut, para peternak membagikan telur kepada aparat kepolisian sebagai simbol protes. Mereka menyebut harga telur di pasaran hanya sekitar Rp15.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah yang sebesar Rp26.500 per kilogram.

Para peternak juga mendesak Badan Pangan Nasional (Bapanas) segera melakukan penyerapan produksi telur di Jawa Timur guna mengatasi kelebihan pasokan (over supply) yang dinilai menjadi salah satu penyebab jatuhnya harga.

Menurut salah satu peternak, penurunan harga membuat mereka mengalami kerugian lebih dari 60 persen karena hasil penjualan tidak mampu menutupi biaya pakan, listrik, hingga pembayaran upah karyawan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Komisi B DPRD Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan akan membawa persoalan itu ke pemerintah pusat, termasuk mendorong percepatan penyerapan produksi telur agar harga di tingkat peternak kembali stabil.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
02:32
01:33
01:17
04:04
03:20

Viral