Peresmian Proyek Gas Abadi Masela Berpotensi Serap Ribuan Tenaga Kerja
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah resmi memulai pembangunan Proyek Gas Abadi Blok Masela di Laut Arafura, Maluku, melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Kamis. Proyek strategis nasional ini diharapkan memperkuat ketahanan energi, mendukung transisi menuju energi bersih, serta menciptakan ribuan lapangan kerja.
Acara tersebut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, jajaran pemerintah terkait, serta CEO Inpex. Presiden Prabowo Subianto mengikuti peresmian secara hybrid.
Proyek Blok Masela akan menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) atau penangkapan dan penyimpanan karbon untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon dalam masa transisi energi.
Dalam tahap operasionalnya, proyek ini ditargetkan mampu memproduksi 9,5 juta ton liquefied natural gas (LNG) per tahun, menghasilkan gas pipa hingga ratusan juta standar kaki kubik per hari, serta memproduksi sekitar 35.000 barel kondensat per hari.
Selain meningkatkan pasokan energi nasional, pengembangan Blok Masela diperkirakan dapat menyerap hingga 12.000 tenaga kerja.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan sekitar 60 persen produksi gas dari Blok Masela akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk pasokan bagi PLN, PGN, dan pengembangan sektor industri melalui program hilirisasi. Sementara itu, maksimal 40 persen sisanya dapat dialokasikan untuk ekspor sesuai perkembangan negosiasi di masa mendatang.