Hari Anak Nasional Dibayangi Kasus Kekerasan, Pakar Soroti Pentingnya Penguatan Keluarga
Bekasi, tvOnenews.com - Kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang balita di Kabupaten Bekasi menjadi sorotan pada peringatan Hari Anak Nasional.
Peristiwa tersebut kembali mengingatkan bahwa lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak masih dapat menjadi lokasi terjadinya kekerasan.
Berdasarkan informasi awal, pelaku diduga merupakan ibu tiri korban. Dugaan sementara, tindak kekerasan dipicu rasa cemburu pelaku terhadap nenek korban yang dinilai lebih memberikan perhatian kepada anak tersebut dibandingkan anak kandung hasil pernikahannya dengan ayah korban.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan terhadap anak dan mendorong proses hukum dilakukan secara tegas.
Selain penegakan hukum, pemerintah juga menilai penguatan ketahanan keluarga, kesehatan mental, nilai agama, dan pembentukan akhlak menjadi langkah penting untuk mencegah kasus serupa terulang.
Psikolog anak menilai kekerasan terhadap anak tidak dapat dikaitkan semata-mata dengan status orang tua tiri. Faktor ekonomi, beban pengasuhan, kurangnya dukungan, serta ketidakmampuan mengelola emosi disebut menjadi sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya kekerasan dalam keluarga.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan kasus ini menunjukkan masih lemahnya sistem pengawasan di lingkungan keluarga. Menurut KPAI, kasus pembunuhan anak oleh orang terdekat kerap didahului kekerasan dalam rumah tangga yang tidak terdeteksi.
Sementara itu, pakar hukum pidana menilai pelaku harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain pelaku utama, pihak lain yang memiliki kewajiban melindungi anak namun lalai mencegah terjadinya kekerasan juga dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila memenuhi unsur dalam peraturan perundang-undangan.