news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gelombang Panas Ekstrem Landa Korea Selatan, Suhu Tembus Rekor 42 Derajat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:13 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Otoritas Korea Selatan mengimbau masyarakat menghentikan seluruh aktivitas di luar ruangan setelah negara itu mencatat suhu udara tertinggi sejak pencatatan cuaca dimulai lebih dari satu abad lalu.

Badan Meteorologi Korea (Korea Meteorological Administration/KMA) melaporkan suhu di Kota Yangsan, wilayah tenggara Korea Selatan, mencapai 42,5 derajat Celsius pada Minggu (2/8/2026). Angka tersebut menjadi rekor suhu tertinggi sejak pencatatan cuaca dimulai pada 1904.

KMA mengimbau masyarakat segera mencari tempat yang lebih sejuk, seperti pusat pendinginan atau area yang teduh, serta memastikan tubuh tetap terhidrasi.

Warga, khususnya di Yangsan, juga diminta menghentikan sementara seluruh aktivitas di luar ruangan dan menghindari berada di dalam bangunan tanpa pendingin udara.

Gelombang panas ekstrem telah berlangsung selama lima hari berturut-turut dengan suhu yang secara konsisten menembus 40 derajat Celsius.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah kota lain, seperti Daegu dan Busan, yang mencatat suhu di atas 30 derajat Celsius. Di ibu kota Seoul, warga memadati berbagai fasilitas pendingin dan area semprotan air untuk mengurangi dampak cuaca panas.

Sementara itu, Kota Gyeongju yang berjarak sekitar 240 kilometer di tenggara Seoul mencatat suhu 40,3 derajat Celsius, tertinggi dalam delapan tahun terakhir.

Saat ini, lebih dari 20 wilayah di Korea Selatan berstatus peringatan darurat gelombang panas, kategori baru yang diperkenalkan pemerintah tahun ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

Status tersebut diberlakukan apabila suhu yang dirasakan diperkirakan mencapai 30 derajat Celsius atau suhu aktual menyentuh 39 derajat Celsius.

Perdana Menteri Korea Selatan Han Duck-soo telah menginstruksikan pemerintah daerah di wilayah terdampak untuk memperketat pemeriksaan keselamatan warga serta memastikan pasokan listrik dan air tetap tersedia selama gelombang panas berlangsung.

Para ilmuwan sebelumnya telah memperingatkan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas, semakin sering terjadi dan lebih intens. Kondisi tersebut juga diperburuk oleh fenomena El NiƱo yang meningkatkan suhu permukaan Samudra Pasifik dan umumnya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:31
01:24
01:27
02:40
01:28

Viral