Jalankan 121 Kebijakan Transformatif, Presiden Prabowo: Kami Bekerja untuk Rakyat
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintahannya telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan atau 663 hari masa pemerintahan.
Kebijakan tersebut disebut ditujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
"Saya tidak mengatakan selesai, saya mengatakan kita mulai selesaikan. Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif," kata Prabowo dalam pidatonya.
Menurut Prabowo, jumlah tersebut setara dengan satu kebijakan transformatif yang diputuskan setiap lima hari. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para menteri dan pembantunya.
Prabowo mengatakan sejumlah pejabat pemerintah bahkan mengalami kelelahan hingga harus menjalani perawatan.
Ia mengaku akan memberikan waktu istirahat yang lebih banyak kepada para menteri dan pembantunya pada sisa masa pemerintahannya.
Dalam bidang pangan, Prabowo mengklaim target swasembada pangan yang sebelumnya diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan dalam waktu satu tahun.
Ia mengatakan Indonesia saat ini telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
"Karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun, ternyata berhasil kita capai dalam waktu satu tahun," ujarnya.
Meski demikian, pemerintah masih memiliki target swasembada daging. Prabowo memperkirakan target tersebut dapat dicapai dalam lima hingga enam tahun ke depan.
Harga Pupuk Disebut Turun 20 Persen
Prabowo juga menyoroti kebijakan pupuk. Pemerintah, menurut dia, telah menghapus 145 aturan dalam penyaluran pupuk sehingga distribusinya menjadi lebih mudah.
Selain itu, harga pupuk disebut turun 20 persen. Pada saat yang sama, volume ketersediaan pupuk bagi petani disebut meningkat.
Prabowo mengklaim peningkatan produksi dan kebijakan tersebut ikut mendorong percepatan swasembada pangan. Ia juga menyebut laba PT Pupuk Indonesia meningkat 252,8 persen meski harga pupuk turun.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, TNI, dan Polri.
Klaim Tak Lagi Impor Solar Mulai Juli 2026
Dalam sektor energi, Prabowo mengatakan target swasembada energi mulai diwujudkan melalui produksi diesel berbasis kelapa sawit dengan campuran biodiesel B50.
Ia menyebut Indonesia mulai 1 Juli 2026 tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Kebijakan tersebut diklaim mampu menghemat devisa sekitar US$9,5 miliar atau setara dengan sekitar Rp150 triliun.
Prabowo juga mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, serta hilirisasi telah memasuki tahap pelaksanaan dan manfaatnya mulai dirasakan masyarakat.
Namun, ia menegaskan berbagai capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Menurutnya, pemerintah harus terus bekerja lebih keras agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
"Ini bukan alasan untuk kita berpuas diri. Ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kita sadari kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan oleh rakyat," kata Prabowo.