news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Karhutla di Kalimantan Belum Teratasi, Kasus ISPA Sudah Meningkat Sejak Juli 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:31 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus meluas dan berdampak terhadap kualitas udara serta kesehatan masyarakat. Kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah kota hingga membuat aktivitas warga terganggu.

Data Pemerintah Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 298 kejadian karhutla sepanjang 1 Juni hingga 19 Agustus 2026. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 261,41 hektare lahan yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena sebagian besar lahan yang terbakar merupakan gambut. Api pada lahan gambut dapat menjalar di bawah permukaan sehingga titik api berpotensi kembali muncul meski bagian atas lahan telah dipadamkan.

Pemerintah Kota Palangka Raya bahkan memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga 8 September 2026.

Kabut asap juga mulai memberikan dampak terhadap kesehatan. Data Puskesmas Bukit Hindu menunjukkan 257 kasus ISPA sepanjang 1-18 Agustus 2026, meningkat dibandingkan 192 kasus sepanjang Juli.

Secara lebih luas, Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah mencatat 2.052 kasus ISPA di 14 kabupaten/kota pada periode 7-11 Agustus 2026. Pada 11 Agustus saja tercatat 600 kasus baru dengan sembilan pasien menjalani rawat inap. Palangka Raya menjadi daerah dengan kasus harian tertinggi, yakni 115 kasus.

Kondisi udara di Palangka Raya juga sempat masuk kategori berbahaya. Pada 20 Agustus 2026, kabut asap terlihat menyelimuti kota dan mengurangi jarak pandang. Sebanyak 1.795 titik panas terdeteksi di Kalimantan Tengah, dengan 281 titik berada di Kota Palangka Raya.

Pemerintah daerah mulai menerapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak kabut asap. Dinas Kesehatan menyiagakan layanan kesehatan dan memberikan oksigen gratis bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan melalui puskesmas.

Sektor pendidikan juga terdampak. Pemerintah mengalihkan kegiatan belajar mengajar PAUD dan TK ke pembelajaran jarak jauh, sedangkan sekolah dasar dan SMP tetap menggelar pembelajaran tatap muka dengan waktu masuk yang ditunda menjadi pukul 08.00 WIB.

Kabut asap turut mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut. Sejumlah penerbangan sempat mengalami penundaan akibat jarak pandang yang menurun, meski kondisi kemudian berangsur membaik. Kondisi tersebut menunjukkan dampak karhutla tidak hanya menyentuh kesehatan, tetapi juga transportasi dan pendidikan.

Pemerintah juga memperkuat penanganan di lapangan. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau lokasi karhutla di Petuk Katimpun, Palangka Raya, pada 19 Agustus 2026 di tengah memburuknya kualitas udara. Pemerintah menyiapkan berbagai langkah penanganan, termasuk operasi modifikasi cuaca.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:56
05:32
01:56
05:54
05:09
01:16

Viral