Fenomena Tanah Bangunan Amblas di Pati, Warga Cemas
Pati, tvOnenews.com - Sungai Silugonggo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengering akibat penurunan debit air. Kondisi tersebut memicu retakan dan amblasan tanah di sepanjang tepi sungai hingga mencapai sekitar 100 meter.
Sebagian tanah di tepi sungai longsor ke arah dasar sungai yang kini mengering. Kondisi tersebut turut merusak sejumlah bangunan serta membuat pagar tembok di sekitar bantaran sungai miring dan berisiko ambruk.
Warga mengaku khawatir karena jarak antara tepi sungai dengan permukiman hanya beberapa meter. Mereka juga mencemaskan retakan dan amblasan tanah terus meluas hingga mendekati rumah.
Kondisi tersebut mulai terlihat setelah debit Sungai Silugonggo terus menurun hingga akhirnya mengering. Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan untuk mencegah kerusakan semakin meluas dan mengancam permukiman.
Kekeringan juga melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warga di kawasan Pegunungan Menoreh mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak Juni 2026.
Warga kini mengandalkan distribusi air bersih dari pemerintah maupun pihak swasta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian warga juga memanfaatkan mata air dan aliran sungai yang berada cukup jauh dari permukiman.
Warga bahkan harus mengantre di bawah terik matahari ketika bantuan air bersih tiba. Kondisi tersebut menunjukkan semakin terbatasnya sumber air yang dapat digunakan masyarakat selama musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berkoordinasi dengan BPBD dan BNPB untuk menangani dampak kekeringan. Pemerintah juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk melakukan reboisasi di wilayah terdampak.
Selain distribusi air bersih, pemerintah menyiapkan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka menengah untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Enam kecamatan tercatat mengalami dampak kekeringan, yakni Samigaluh, Girimulyo, Kalibawang, Pengasih, Kokap, dan Lendah.