Jalanan di Banjarbaru Kalimantan Selatan Semakin Pekat dengan Kabut Asap
Banjarbaru, tvOnenews.com - Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, hingga mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga.
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor dengan jarak pandang hanya sekitar 10 meter.
Asap tidak hanya terlihat di kawasan rawan karhutla seperti Kecamatan Landasan Ulin dan Pengayuan. Kepulan asap juga menyelimuti Jalan Jenderal Ahmad Yani yang berada di kawasan padat aktivitas masyarakat.
Berdasarkan informasi dari satuan tugas penanganan karhutla, jarak pandang di kawasan Kilometer 28 hingga Kilometer 31, tepatnya sekitar Guntung Manggis dan Guntung Payung, bervariasi antara 150 meter hingga kondisi terparah sekitar 10 meter di dekat Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Kondisi tersebut membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah warga juga kembali menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Asap pekat turut mengganggu pernapasan warga. Sejumlah orang mengeluhkan mata perih serta mencium bau terbakar yang cukup kuat.
Seorang warga, Umar, mengatakan kondisi asap pada Rabu pagi menjadi yang terparah dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Ia menyebut asap mulai terasa sejak dini hari dan semakin tebal pada pagi hari.
Umar yang sehari-hari membantu berjualan di pasar juga mengaku aktivitasnya terganggu akibat asap. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap jumlah pembeli.
Warga lainnya, Harjoko, berharap pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla, terutama dengan menempatkan personel dan armada pemadam di wilayah yang rawan kebakaran.
Warga juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut dinilai dapat memperparah kondisi asap ketika lahan berada dalam kondisi kering.
Sementara itu, Satgas Darat dan Satgas Gabungan terus melakukan pemadaman di sejumlah titik api serta memantau titik panas di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.
Perubahan arah angin turut memengaruhi sebaran asap. Kepulan asap dapat berkurang ketika angin bertiup menjauh dari kawasan perkotaan, tetapi kembali menyelimuti Banjarbaru ketika arah angin berubah.
Hingga laporan disampaikan, asap pekat masih menyelimuti sejumlah ruas jalan di Kota Banjarbaru. Kondisi jarak pandang yang sangat terbatas membuat masyarakat diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.