Dampak Erupsi Anak Krakatau, Tim Persebaya kembali ke Surabaya Menggunakan Kapal
Jakarta, tvOnenews.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap sejumlah penerbangan dan memaksa tim Persebaya Surabaya menempuh perjalanan darat dan laut untuk kembali ke Surabaya.
Tim Persebaya sebelumnya berada di Lampung untuk menjalani pertandingan melawan Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Setelah pertandingan, rombongan seharusnya kembali ke Surabaya menggunakan pesawat.
Namun, penerbangan dibatalkan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Tim akhirnya melanjutkan perjalanan melalui jalur darat dan laut.
Kapten Persebaya, Francisco Rivera, menyebut perjalanan tersebut menjadi pengalaman baru bagi dirinya dan rekan-rekannya.
Ia juga mengaku semakin memahami perjuangan suporter Bonek dan Bonita yang harus menempuh perjalanan jauh untuk memberikan dukungan kepada Persebaya saat bertanding di Lampung.
Gangguan penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau juga terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Hingga Minggu sore, sebanyak 42 penerbangan terdampak. Rinciannya, 41 penerbangan dibatalkan dan satu penerbangan ditunda.
Mayoritas penerbangan yang terganggu merupakan rute dari dan menuju Jakarta serta penerbangan menuju Bandung. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada penumpang domestik, tetapi juga wisatawan asing.
Sejumlah wisatawan asing, terutama dari Eropa, yang seharusnya melanjutkan perjalanan menuju Jakarta untuk kemudian pulang ke negara asal, terpaksa menunda perjalanan dan memperpanjang masa menginap di hotel di Bali.
Meski demikian, penerbangan pada rute lainnya masih berlangsung normal. Calon penumpang diimbau memeriksa status penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.
Penumpang juga diminta terus memperbarui informasi mengenai perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan.