9 Kapal dan Dua Drone Thermal Dikerahkan untuk Mencari Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal
Jakarta, tvOnenews.com - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Memasuki hari kedua, operasi pencarian dilakukan sejak pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Hingga sekitar pukul 16.00 WIB, sebagian besar kapal SAR masih menyisir wilayah yang telah ditentukan.
Satu kapal, RIB02 Banten, telah kembali ke Pantai Marina Carita sekitar pukul 14.44 WIB setelah menyisir kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Namun, pencarian tersebut belum membuahkan hasil.
Tim SAR sebelumnya mengerahkan sembilan kapal yang dibagi menjadi lima tim untuk menyisir sejumlah titik. Area pencarian mencakup lokasi terakhir kapal diketahui, wilayah sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang, serta kawasan dengan radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan hasil pemetaan SAR, pencarian juga diarahkan ke wilayah barat daya dari lokasi terakhir kapal dilaporkan.
Tim SAR Banten turut mengerahkan dua drone termal untuk membantu pencarian dari udara. Drone tersebut disiagakan di atas KN SAR Tetuka.
Helikopter belum dapat digunakan karena kondisi cuaca dan lingkungan di sekitar lokasi. Abu vulkanik yang masih berada di udara serta angin kencang membuat penerbangan untuk mendukung operasi pencarian belum memungkinkan.
Sekitar 200 personel gabungan dilibatkan dalam operasi tersebut. Selain melakukan penyisiran laut, petugas kepolisian juga memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga para korban yang menunggu kabar di Pantai Marina Carita.
Suasana haru terlihat ketika RIB02 Banten kembali ke pantai tanpa membawa hasil pencarian. Keluarga, termasuk keluarga kapten kapal, menyambut kedatangan kapal dengan tangisan.
Lima jurnalis tersebut diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) untuk meliput dan mendokumentasikan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Satu jurnalis berasal dari Banten, sedangkan empat lainnya berasal dari Jakarta.
Kontak dengan kapal yang membawa delapan orang tersebut kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Operasi pencarian pada hari pertama sempat diperpanjang hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, tim menghadapi sejumlah kendala, antara lain gelombang tinggi, angin kencang, jarak pandang terbatas, serta abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Hingga sore hari kedua pencarian, keberadaan speedboat Arupadatu 1 beserta delapan orang di dalamnya masih belum diketahui.