news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

8 Pelaku Penembakan ASN di Papua telah Teridentifikasi

Senin, 14 September 2026 - 08:35 WIB
Reporter:

Jayawijaya, tvOnenews.com - Satgas Operasi Damai Cartenz mengidentifikasi delapan orang yang diduga terlibat dalam penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Dua di antaranya, berinisial PN dan KT, merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Penembakan terjadi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT ketika tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya dalam perjalanan pulang menuju Wamena setelah menjalankan tugas kedinasan.

Ketiga korban, yakni Aprida Rapi (49), Albinus Mehan (35), dan Wili Mbuik (24), meninggal dunia akibat luka tembak.

Berdasarkan keterangan saksi, kelompok penyerang diduga berjumlah sekitar delapan orang dan membawa senjata api laras panjang. Polisi menemukan sejumlah selongsong peluru di lokasi kejadian, termasuk kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan aparat memastikan identitas PN dan KT setelah mencocokkan ciri-ciri keduanya dengan data kepolisian.

“Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami,” kata Yusuf.

PN dan KT juga diduga terlibat dalam penembakan dua warga sipil saat Festival Budaya Lembah Baliem pada 8 Agustus 2026.

Polisi sebelumnya menyebut dua korban mengalami luka akibat tembakan saat berada di dalam kendaraan untuk mengantarkan makanan ke lokasi festival.

Keduanya juga diduga terlibat dalam penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 2023. Tim gabungan kini masih mengejar para pelaku dan meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi untuk mencegah serangan susulan.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:01
01:44
01:48
02:15
01:13
01:04

Viral