news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Atasi Masalah Kepadatan Penduduk, Kenya Bangun Kota Satelit Cerdas di Nairobi

Rabu, 14 Desember 2022 - 00:59 WIB
Reporter:

Nairobi, Kenya - Sebuah kota ramah lingkungan sedang dikembangkan di Nairobi, Kenya sebagai solusi ledakan populasi dan pengelolaan lingkungan yang buruk di Kenya.

Populasi Kota Nairobi telah berlipat ganda dalam 20 tahun terakhir. Urbanisasi membuat populasi ibukota Kenya, Nairobi meningkat dua kali lipat.

Hampir sebanyak 4,5 juta orang tinggal di Nairobi di tahun 2019 lalu. Ledakan penduduk ini membuat bangunan didirikan dengan jarak yang sangat dekat satu sama lainnya.

Kelebihan populasi ini juga menyebabkan munculnya kota-kota satelit baru di sekitar ibukota dengan sedikit perencanaan dan regulasi.

Kepadatan bangunan membuat cahaya matahari sulit masuk ke dalam ruangan sehingga banyak warga harus menyalakan lampu hampir sepanjang hari.

Tidak hanya itu, saat hujan banyak genangan air dan banjir yang mengganggu sistem pembuangan limbah.

Untuk mengatasi situasi Itu pemerintah Kenya sedang membangun kota satelit dengan memperhatikan lingkungan.

Salah satu proyek yang sedang dibangun adalah Konza Technopolis. Berjarak hanya 64 Km sebelah Selatan Kota Nairobi, kota pintar yang didanai oleh pemerintah pusat itu dirancang dengan desain arsitektur yang mampu memanfaatkan air hujan serta penggunaan tenaga surya.

Kota ini menyediakan fasilitas hunian terjangkau dan berbagai infrastruktur penunjang mulai dari perguruan tinggi hingga bangunan komersial lainnya.

Berdiri di atas lahan seluas 5.000 hektar, kota ini dikembangkan dalam 4 tahap.

Fase pertama adalah pembangunan permukiman di lahan seluas 400 hektar yang terdiri dari 12.960 unit rumah yang dapat dihuni oleh 30.000 orang.

Selanjutnya bahan konstruksi yang digunakan untuk membangun kota haruslah ramah lingkungan dan berdaya rendah.

Selain itu Kota Konza juga memiliki ruang hijau untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memastikan lingkungan yang bersih serta memiliki pengelolaan limbah yang memadai.

Utuk mewujudkannya pemerintah Kenya mengalokasikan dana hingga USD 73.000.841.

proyek ini juga mendapatkan dukungan dana dari Korea Selatan sebesar USD6 juta.(awy)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:10
03:05
05:01
02:24
01:36
01:47

Viral