news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi foto 4..
Sumber :
  • Istimewa

Isu Penolakan Munas di Lampung Dibantah, Hipmi Diminta Jaga Soliditas

Narasi tersebut dibantah dengan tegas.
Jumat, 22 Mei 2026 - 23:05 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dinamika menjelang Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) kian menjadi sorotan. Di tengah proses organisasi yang sedang berjalan, muncul berbagai narasi yang dinilai berpotensi memicu polemik internal.

Perdebatan mengenai lokasi penyelenggaraan Munas XVIII menjadi salah satu isu utama. Tiga dari empat calon ketua umum (caketum) disebut menyatakan keberatan apabila agenda organisasi tersebut digelar di Lampung. Alasan yang disampaikan berkaitan dengan aspek netralitas serta kepatuhan terhadap mekanisme organisasi dalam penentuan tuan rumah.

Namun, muncul pula klaim bahwa lebih dari separuh Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi menolak pelaksanaan Munas di Lampung. Narasi tersebut dibantah oleh Ketua Umum BPD Hipmi Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf.

“Itu tidak benar dan menyesatkan,” ujar Ahmad saat memberikan penjelasan terkait informasi yang beredar.

Ia menjelaskan, dalam Sidang Dewan Pleno (SDP) Hipmi 2026 yang berlangsung di Four Points by Sheraton Makassar, keputusan mengenai lokasi Munas telah diserahkan kepada Ketua Umum BPP Hipmi, Akbar Himawan Buchari.

“Pada saat SDP, kami yang hadir sepakat menyerahkan penentuan lokasi Munas kepada Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari. Setelah itu, OC dan SC juga memutuskan Lampung sebagai lokasi pelaksanaan Munas,” kata Ahmad.

Menurut dia, kesepakatan tersebut juga tidak berubah dalam forum para ketua umum BPD yang berlangsung di Bali sehari sebelum debat kandidat digelar.

“Kenyataannya, saat Forum Ketum BPD, mayoritas menyerahkan keputusan terkait tuan rumah Munas kepada Ketum Akbar. Jadi narasi soal 50 plus 1 itu tidak benar, karena saya hadir langsung di forum tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, tahapan Munas XVIII Hipmi saat ini telah memasuki agenda debat kandidat kedua yang berlangsung di Bali, Sabtu (23/5/2026). Jalannya debat sempat berlangsung normal meski suasana memanas akibat tensi antarpedukung.

Situasi berubah ketika memasuki sesi debat terbuka antarcalon ketua umum. Tiga kandidat, yakni Reynaldo Bryan, Afifuddin Kalla, dan Anthony Leong memilih meninggalkan forum atau walk out.

Mereka menyatakan langkah tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi sejumlah BPD yang menginginkan Munas tidak dilaksanakan di Lampung. Akibat aksi tersebut, rangkaian debat berakhir lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:17
12:40
03:47
02:02
05:02
04:25

Viral