news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ilustrasi Bukan Cuma Diskon, Strategi Kolaborasi Lifestyle dan Kuliner Kini Jadi Cara Baru Menarik Wisatawan.
Sumber :
  • Ist

Bukan Cuma Diskon, Strategi Kolaborasi Lifestyle dan Kuliner Kini Jadi Cara Baru Menarik Wisatawan

Salah satu tren yang berkembang pesat adalah kolaborasi antara maskapai penerbangan dengan sektor lifestyle, hiburan, hingga kuliner untuk menciptakan pengalaman perjalanan
Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:19 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Industri lifestyle dan kuliner kini tidak lagi hanya menjual makanan enak atau tempat estetik. Persaingan bisnis membuat banyak pelaku usaha mulai mengubah strategi dengan menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan terintegrasi bagi pelanggan. 

Salah satu tren yang berkembang pesat adalah kolaborasi antara maskapai penerbangan dengan sektor lifestyle, hiburan, hingga kuliner untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih lengkap.

Fenomena ini sebenarnya sudah lama berkembang di negara maju. Di Jepang, maskapai seperti Japan Airlines dan All Nippon Airways menggandeng restoran, hotel, hingga pusat belanja untuk memberikan pengalaman wisata terhubung sejak penumpang tiba di bandara. 

Sementara di Singapura, Singapore Airlines menghadirkan berbagai program loyalitas yang terkoneksi dengan restoran premium, tempat hiburan, hingga layanan gaya hidup digital.

Laporan Global Travel Trends 2025 dari Deloitte menunjukkan wisatawan modern kini lebih tertarik pada pengalaman terintegrasi dibanding sekadar potongan harga biasa. 

Sebanyak 72 persen wisatawan global disebut memilih layanan perjalanan yang menawarkan benefit tambahan seperti akses kuliner, hiburan, atau pengalaman eksklusif di destinasi wisata. 

Strategi ini dinilai efektif meningkatkan loyalitas pelanggan sekaligus memperkuat ekosistem bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif.

Di Indonesia, tren serupa mulai berkembang melalui kerja sama dengan pelaku usaha lifestyle dan kuliner. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kolaborasi yang menghadirkan sistem penukaran boarding pass untuk mendapatkan berbagai keuntungan di merchant tertentu.

Skema ini dinilai lebih praktis karena pelanggan cukup menunjukkan boarding pass tanpa proses administrasi rumit. Konsep tersebut tidak hanya memberi keuntungan bagi penumpang, tetapi juga membantu pelaku usaha menjangkau wisatawan baru yang sebelumnya belum mengenal brand mereka.
Salah satu mitra yang merasakan dampak positif adalah Café del Mar Bali. 

Head of Marketing Café del Mar Bali, Rio Fransisco, menyebut respons pelanggan terhadap program kolaborasi tersebut cukup baik.
Menurutnya, banyak pelanggan merasa perjalanan wisata mereka menjadi lebih bernilai karena mendapatkan pengalaman tambahan setelah penerbangan. Program seperti ini juga dianggap mampu menciptakan hubungan emosional dengan pelanggan, bukan sekadar transaksi biasa.

Selain itu, kemudahan proses penukaran benefit membuat pelanggan lebih tertarik memanfaatkan program tersebut. Penumpang hanya perlu menunjukkan boarding pass untuk mendapatkan berbagai fasilitas tambahan, mulai dari potongan harga hingga akses fasilitas tertentu.

Dampak Positif untuk Pelaku Bisnis Kuliner dan Wisata

Bagi pelaku usaha, kolaborasi ini ternyata memberi dampak yang cukup signifikan. Selain meningkatkan exposure brand, program seperti ini juga membantu mendatangkan pelanggan baru sekaligus menciptakan repeat customer.

Hal serupa dirasakan Eksposed Cafe Makassar yang berada di kawasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pemilik PT Arumahira Kuliner Indonesia, Riska Namirah, mengatakan banyak pelanggan memberikan respons positif karena benefit dapat langsung digunakan bahkan sebelum penerbangan berlangsung.

Menurutnya, pelanggan cukup menunjukkan boarding pass untuk memperoleh potongan harga di outlet. Strategi sederhana tersebut ternyata efektif meningkatkan awareness pelanggan terhadap layanan yang tersedia.

Di banyak negara, konsep kolaborasi seperti ini memang menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi wisata. 

Di Korea Selatan misalnya, maskapai dan pusat kuliner lokal bekerja sama untuk mempromosikan makanan khas daerah kepada wisatawan domestik maupun internasional. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata non-prioritas sekaligus memperkuat UMKM lokal.

Pengamat industri pariwisata juga menilai pola kerja sama lintas sektor akan semakin penting di era wisata modern. Wisatawan saat ini tidak hanya mencari transportasi murah, tetapi juga pengalaman perjalanan yang praktis, nyaman, dan memiliki nilai tambah.

Pengalaman Perjalanan Kini Jadi Nilai Utama

Perubahan perilaku konsumen membuat industri pariwisata bergerak ke arah experience economy atau ekonomi berbasis pengalaman. Dalam konsep ini, pelanggan lebih menghargai pengalaman unik dibanding sekadar produk atau layanan standar.

Karena itu, banyak maskapai mulai membangun kolaborasi dengan sektor lifestyle, kuliner, hiburan, hingga ekonomi kreatif untuk memperkuat pengalaman pelanggan selama perjalanan.

Program seperti PASplus yang melibatkan Pelita Air menjadi salah satu contoh bagaimana sektor penerbangan dapat terhubung dengan bisnis lokal di berbagai daerah. Tidak hanya memberikan benefit tambahan bagi pelanggan, model kolaborasi ini juga membantu memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.

Ke depan, strategi seperti ini diperkirakan akan semakin berkembang seiring meningkatnya persaingan industri pariwisata dan gaya hidup. Pelanggan kini tidak lagi sekadar membeli tiket perjalanan, tetapi mencari pengalaman yang menyatu sejak berangkat hingga tiba di destinasi wisata.

Kolaborasi lintas sektor akhirnya bukan hanya menjadi alat promosi, melainkan bagian dari strategi membangun loyalitas pelanggan dan memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif di berbagai daerah Indonesia. (udn) 
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:17
12:40
03:47
02:02
05:02
04:25

Viral