- Istimewa
Nalince Wamang Ungkap Pelaku Penembakan Bukan Oknum TNI, Ayah Kandung Akui Hal Ini
Papua, tvOnenews.com - Kasus tewasnya Nalince Wamang (17) remaja perempuan akibat aksi penembakan di wilayah Camp Wini MP.69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah terus menuai perhatian publik.
Teranyar, Pendeta Anton Wamang yang merupakan ayah kandung korban menarik tuduhan jika putri tercintanya itu tewas tertembak anggota TNI.
Ia mengaku bahwa tuduhan itu dilontarkan dalam kondisi emosional akibat duka mendalam atas kehilangan anak tercintanya.
Situasi tersebut membuat dirinya terburu-buru dalam menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tragis tersebut.
“Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul atas meninggalnya anak kami. Dalam keadaan sedih dan emosi, lalu ada bisikan sesat pihak-pihak tertentu, saya menyampaikan pernyataan yang ternyata belum dapat dipastikan kebenarannya kepada media, beberapa hari lalu,” kata Anton kepada awak media, Sabtu (23/5/2026).
Anton megungkap alasan menarik tuduhannya itu usai dirinya menerima penjelasan mengenai kronologi kejadian tragis tersebut.
Ia menegaskan bahwa kasus tersebut masih didalami oleh aparat TNI-Polri termasuk unsur HAM guna mengungkap fakta sebenarnya secara objektif dan transparan.
Anton meminta masyarakat untuk tak terburu-buru membangun opini sebelum proses penyelidikan selesai dilakukan.
“Melalui kesempatan hari ini, saya ingin meluruskan bahwa sampai sekarang pelaku penembakan belum dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan oleh TNI, Polri, pihak HAM, dan lain-lain,” kata Anton.
“Sehingga saya cabut kembali pernyataan saya di media beberapa hari lalu, dan saya tegaskan TNI tidak terlibat dalam peristiwa kematian puteri tercinta. Saya memohon maaf. Nanti kita akan melakukan penyelidikan bersama-sama,” sambungnya.
Di sisi lain, Anton menegaskan bahwa keluarga korban tetap menginginkan keadilan bagi mendiang Nalince Wamang.
Ia berharap pelaku penembakan segera ditemukan dan diproses sesuai hukum tanpa memandang siapa pun pihak yang terlibat.
“Kami keluarga berharap pelaku dapat tertangkap dan diproses seadil-adilnya berdasarkan hukum yang berlaku. Saya juga memohon maaf apabila ada kesalahan dalam tutur kata maupun pernyataan yang saya sampaikan,” pungkasya.(raa)