- Istimewa
Berlangsung Khusyuk, Haul ke-12 KH Abdurrochim Syadzily Jadi Momen Perkuat Persatuan dan Perdamaian Umat
Jakarta, tvOnenews.com - Peringatan Haul ke-12 KH Abdurrochim Syadzily yang digelar di Markas Besar Majelis Maulid Wat Ta’lim Riyadlul Jannah, Kota Batu, Jawa Timur, Senin (25/5/2026), berlangsung khusyuk dan penuh ketenangan sejak awal hingga akhir acara.
Kegiatan tersebut menjadi momen penting untuk mengenang jasa, perjuangan, serta warisan ilmu sang pendiri yang dikenal sebagai “Sang Penuntun Jalan Cinta” bagi ribuan jamaahnya.
Peringatan haul tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga pengingat atas pengabdian almarhum dalam membimbing umat agar selalu mengingat Allah SWT dan Rasulullah SAW, khususnya melalui amalan membaca sholawat.
Ajaran utama yang diwariskan KH Abdurrochim Syadzily dirangkum dalam prinsip “3 S”, yakni Sholat, Sholawat, dan Shadaqoh. Hingga kini, ajaran tersebut terus diamalkan dan disebarkan oleh jamaah Riyadlul Jannah.
Selain menjadi wadah zikir dan pertemuan rohani, kegiatan haul juga memiliki makna penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Acara ini menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan ulama dan umaro’ dalam semangat kebersamaan serta penguatan persatuan bangsa.
Pimpinan Majelis Maulid Wat Ta’lim Riyadlul Jannah, Gus Rofi’ul Hamid Himzi, menyampaikan harapan besar melalui penyelenggaraan haul tahun ini. Menurutnya, nilai utama yang diwariskan KH Abdurrochim Syadzily adalah menyatukan hati umat melalui zikir dan sholawat.
“Melalui dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial yang kami laksanakan, dukungan kami nyatakan sepenuhnya demi kebaikan bersama. Kami berharap, dengan zikir dan sholawat yang selalu disenandungkan di Riyadlul Jannah ini, Allah SWT menjadikan Indonesia sebagai negeri yang sejuk, damai, dan senantiasa dihindarkan dari segala bentuk perpecahan maupun datangnya musibah,” ujar Gus Rofi’ul.
Suasana syukur dan kekhusyukan terasa sepanjang rangkaian acara. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi para peserta, kehadiran dalam haul tersebut menjadi bentuk cinta dan penghormatan kepada sang guru. Selain itu, kegiatan ini juga dimaknai sebagai upaya meneruskan semangat perjuangan KH Abdurrochim Syadzily dalam menjaga persatuan umat Islam di Indonesia. (rpi)