- Gambar ilustrasi AI
Jangan Anggap Sepele! Gangguan Pencernaan Anak Bisa Pengaruhi Tumbuh Kembang: Ini Pentingnya Deteksi Dini Sejak Balita
tvOnenews.com - Kesadaran orang tua terhadap kesehatan saluran cerna anak kini semakin penting di tengah meningkatnya kasus gangguan pencernaan pada usia dini.
Banyak orang tua masih menganggap masalah seperti diare, sembelit, perut kembung, hingga anak susah makan sebagai kondisi biasa yang akan membaik sendiri.
Padahal, kesehatan saluran cerna memiliki peran besar terhadap penyerapan nutrisi, daya tahan tubuh, hingga tumbuh kembang anak secara keseluruhan.
Di berbagai negara maju seperti Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat, edukasi mengenai kesehatan mikrobiota usus bahkan sudah menjadi bagian penting dalam pola pengasuhan anak.
Penelitian National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat menyebut keseimbangan bakteri baik di usus berpengaruh terhadap metabolisme, sistem imun, hingga perkembangan otak anak.
Karena itu, deteksi dini gangguan pencernaan menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan anak modern.
Organisasi kesehatan dunia World Gastroenterology Organisation (WGO) juga menyoroti pentingnya pencegahan gangguan saluran cerna sejak usia dini. Gangguan yang tampak ringan tetapi terjadi berulang dapat memengaruhi kualitas hidup anak dalam jangka panjang.
Anak menjadi kurang nyaman beraktivitas, sulit makan, mudah rewel, bahkan berisiko mengalami hambatan pertumbuhan apabila tidak ditangani dengan tepat.
Saluran Cerna Anak Bukan Sekadar Organ Pencernaan
Peringatan World Digestive Health Day (WDHD) 2026 yang jatuh setiap 29 Mei kembali menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan saluran cerna. Tahun ini, tema global “Chronic Diarrhea: Don’t Flush the Signs Away”, menekankan bahwa gangguan pencernaan tidak boleh dianggap sepele.
Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia dalam momentum tersebut mengajak para orang tua lebih memahami kesehatan saluran cerna anak sebagai fondasi utama tumbuh kembang optimal. Edukasi ini menyoroti bahwa sistem pencernaan anak masih terus berkembang dan sangat sensitif terhadap pola makan maupun lingkungan sekitar.
Melansir dari laman resmi, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Anak, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua, menjelaskan bahwa saluran cerna anak bukan hanya organ untuk mencerna makanan, melainkan sistem kompleks yang memengaruhi banyak fungsi tubuh.
Keseimbangan mikrobiota usus memiliki peran penting dalam penyerapan nutrisi dan kenyamanan anak sehari-hari. Jika keseimbangan tersebut terganggu sejak dini, kondisi itu dapat memicu gangguan pencernaan berulang yang berdampak pada tumbuh kembang anak.
Gangguan saluran cerna sering terlihat melalui tanda-tanda sederhana seperti anak kurang nafsu makan, mudah rewel, hingga pertumbuhan yang tidak optimal. Karena itu, orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi anak sehari-hari.
Pentingnya Nutrisi dan Deteksi Dini Gangguan Pencernaan
Salah satu cara menjaga kesehatan saluran cerna anak adalah melalui pemenuhan nutrisi yang tepat, termasuk asupan prebiotik. Prebiotik berfungsi sebagai “makanan” bagi bakteri baik di usus sehingga membantu menjaga keseimbangan mikrobiota.
Kombinasi prebiotik seperti FOS, GOS, dan inulin diketahui dapat membantu pertumbuhan bakteri baik seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus. Secara ilmiah, keseimbangan mikrobiota usus berkontribusi terhadap penyerapan nutrisi yang lebih optimal serta mendukung sistem kekebalan tubuh anak.
Untuk mempermudah orang tua mengenali kondisi kesehatan pencernaan anak, diperkenalkan pula konsep Triple Signs. Tanda pertama adalah kondisi feses normal dengan warna dan tekstur yang baik atau disebut golden poop.
Tanda kedua ialah frekuensi buang air besar yang teratur sesuai usia anak. Sementara tanda ketiga adalah rendahnya risiko gangguan pencernaan berulang.
Apabila ketiga tanda tersebut tidak terpenuhi secara konsisten, orang tua dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar anak mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.
Gangguan Pencernaan Bisa Pengaruhi Mood dan Tumbuh Kembang
Kesehatan saluran cerna ternyata tidak hanya berkaitan dengan sistem pencernaan semata. Kondisi usus yang sehat juga berpengaruh terhadap suasana hati, perkembangan kognitif, dan pertumbuhan fisik anak.
Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal melalui konsep gut-brain connection atau hubungan antara usus dan otak. Anak dengan kondisi pencernaan yang baik cenderung lebih nyaman, aktif, ceria, dan memiliki kualitas tidur lebih baik.
Selain itu, penyerapan nutrisi yang optimal juga mendukung perkembangan motorik, kemampuan belajar, serta pertumbuhan tinggi dan berat badan anak sesuai usianya.
Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menyebut masih banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa masalah seperti anak sulit makan atau mudah rewel sering kali berakar dari gangguan pencernaan.
Karena itu, peningkatan literasi kesehatan pencernaan dinilai menjadi langkah penting agar orang tua mampu mengenali kondisi anak lebih dini dan mengambil tindakan yang tepat.
Melalui momentum World Digestive Health Day 2026, edukasi mengenai kesehatan saluran cerna diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik, orang tua dapat membantu menciptakan fondasi kesehatan yang kuat bagi tumbuh kembang anak di masa depan. (udn)