- Istimewa
Bantu Pemulihan Pasca Gempa Bumi, Puluhan Relawan Diterjunkan ke NTT
Jakarta, tvOnenews.com - Berbagai kelompok masyarakat bergerak menerjunkan relawannya dalam upaya pemulihan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca dihantam gempa bumi tak terkecuali bagi Pemuda Katoliik dalam menjalankan misi kemanusiaannya.
Tercatat, 65 relawan diterjunkan Pemuda Katolik menuju sejumlah wilayah terdampak gempa bumi yakni Nagekeo, Ngada, hingga Ruteng sesuai hasil koordinasi dan kebutuhan di lapangan.
Tim relawan terdiri dari perawat, bidan, dan tenaga farmasi itu bakal terlibat dalam pelayanan kesehatan, dapur umum, distribusi bantuan, pemulihan fasilitas umum, serta pendampingan masyarakat.
“Ketika saudara-saudara kita di Flores membutuhkan pertolongan, kita harus hadir dan bergerak bersama. Pemuda Katolik hadir untuk membersamai, melayani, dan membantu proses pemulihan masyarakat,” kata Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Gusma menjelaskan tim kemanusiaan tersebut sebagai diterjunkan pihaknya untuk membantu masyarakat terdampak.
"Justru dengan keberadaan relawan ini, mereka siap bantu warga, entah itu mendistribusikan bantuan, ada juga yang tenaga kesehatan, itulah fungsi kami disana ya untuk melayani," jelas Gusma.
Sementara, Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuvensius Tukung mengatakan keberangkatan relawan merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa hati untuk hadir dan ikut merasakan apa yang sedang dialami masyarakat. Kami terpanggil untuk memberikan diri dan terlibat langsung dalam penanganan masyarakat,” ujar Yuvensius.
Yuvensius menjelaskan keberangkatan relawan merupakan langkah lanjutan setelah Pemuda Katolik sebelumnya membentuk Posko di Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Ia menekankan posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi dan memastikan kader Pemuda Katolik terlibat secara konkret dalam penanganan bencana.
“Kami melihat masyarakat tidak hanya membutuhkan logistik, tetapi juga kehadiran orang-orang yang dapat membantu mendistribusikan bantuan, memasak di posko, dan memberikan pelayanan. Tenaga kesehatan di daerah terdampak juga merupakan bagian dari masyarakat yang terkena dampak, sehingga membutuhkan dukungan tambahan,” jelasnya.
Adapun dalam aksi kemanusiaan tersebut turut menggandeng Rumah Sakit Khusus Daerah Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi NTT, dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).
“Kami berterima kasih kepada RSJ Naimata Kupang, IPKJI, dan PAFI. Ini merupakan kolaborasi yang luar biasa dan akan terus kami kembangkan untuk mempercepat penanganan masyarakat terdampak gempa Flores,” kata Yuvensius.
Direktur Rumah Sakit Daerah Jiwa Naimata, Novy Enggelin Elim turut mengapresiasi inisiatif Pemuda Katolik yang membuka ruang kolaborasi dalam penanganan bencana.
“Kami melihat ini sebagai hal yang mulia dan menyambut baik kolaborasi ini. Koordinasi dan kerja sama seperti ini akan mempercepat proses penanganan masyarakat terdampak,” ujarnya.(raa)