news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
Sumber :
  • Rohmadi/tvOne

Pesan Warga NU Usai Polemik Terpilihnya Ketum dan Rais Aam PBNU

Muktamar ke-35 NU mengukuhkan Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin sebagai Ketua PBNU periode 2026-2031.
Selasa, 1 September 2026 - 04:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jombang, tvOnenews.com - Muktamar ke-35 NU mengukuhkan Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin sebagai Ketua PBNU periode 2026-2031.

Muktamar turut mengukuhkan Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam untuk periode 2026-2031.

Terpilihnya Gus Kikin dan Miftachul Akhyar turut diwarnai polemik terkait kabar kedua orang tersebut merupakan paket 'penguasa'.

Tokoh muda NU, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur
Sumber :
  • Istimewa

Terhembusnya kabar tersebut bahkan sudah banyak didengar oleh warga Nahdatul Ulama (NU) diantaranya HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur.

"Banyak yang mengira penguasa, dengan panglima perang Saifullah Yusuf dan Nusron Wahid, telah memenangkan pertarungan. Orang menyebutnya paket penguasa. Miftachul Akhyar kembali sebagai Rais Aam, dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031. Persis seperti yang berbulan-bulan lalu sudah berdesas-desus di kalangan nahdliyin, dan yang pernah saya sampaikan sendiri secara terbuka," kata Gus Lilur, Senin (31/8/2026).

Gus Lilur mengungkap sudah selaiknya NU memilih pemimpinnya sendiri tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

Ia menyebut hal itu perlu mengingat NU bukanlah sebuah alat politik ataupun pelanggeng kekuasaan.

"Semangat yang saya gelorakan sederhana saja, merdeka tanpa campur tangan penguasa, suksesi tanpa intervensi. NU harus merdeka memilih pemimpinnya sendiri," katanya.

Kendati ramainya polemik, Gus Lilur tetap menitipkan kepercayaan terhadap dua orang terpilih dalam Muktamar ke-35 NU itu.

Ia berpesan agar para pemimpin tetap membawa NU sebagai salah satu cara beragama.

"Selamat kepada Miftachul Akhyar dan kepada Gus Kikin. Semoga amanah itu membawa maslahat bagi umat. Dan seperti lima tahun yang telah berlalu, untuk lima tahun yang akan datang, saya tetap akan melantangkan satu slogan yang sama 'Ber-NU tanpa ber-PBNU'," kata Gus Lilur.

"Sebab NU itu bukan kantor. NU itu cara beragama. Ia hidup di langgar-langgar, di majelis tahlil, di pengajian selepas maghrib, di khidmah para kiai kampung yang tidak pernah masuk daftar hadir muktamar mana pun. Kantor boleh berganti penghuni. Cara beragama tidak boleh berganti pemilik," sambungnya.(raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral