news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Lewat FGD, Sespimti Polri Angkatan 36 Edukasi Pencegahan Karhutla.
Sumber :
  • Istimewa

Lewat FGD, Sespimti Polri Angkatan 36 Edukasi Pencegahan Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu ancaman serius yang perlu diantisipasi, terutama saat memasuki musim kemarau.
Sabtu, 12 September 2026 - 04:22 WIB
Reporter:
Editor :

Kaltim, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu ancaman serius yang perlu diantisipasi, terutama saat memasuki musim kemarau.

Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur (Kaltim).

Ketua Senat Sespimti Polri Angkatan 36, Kombes Dony Alexander mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Satgas Edukasi Karhutla sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Dony ancaman karhutla perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

"Karhutla merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang hingga saat ini masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur," kata Dony, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan karhutla dapat menimbulkan kabut asap yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. 

Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu kegiatan pendidikan dan perekonomian.

Karena itu, kata Dony, upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh satu instansi. 

Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat hingga masyarakat.

"Upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla tentunya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Dony menuturkan FGD tersebut menjadi wadah untuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi atau titik rawan karhutla di Kecamatan Samboja Barat.

Selain itu, forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah strategis dan operasional, mulai dari penguatan sistem deteksi dini, patroli terpadu hingga edukasi kepada masyarakat terkait bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

"Kami berharap dapat terjalin diskusi yang konstruktif untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran," katanya.

Menurutnya koordinasi antarlembaga juga perlu diperkuat agar ketika terjadi kebakaran, penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral