news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Deputi Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini.
Sumber :
  • tvOne - aris wiyanto

Konflik AS-Iran Berdampak ke Pariwisata Indonesia, Kemenpar Alihkan Target Wisman ke Asia

Berlarutnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mulai berdampak pada sektor pariwisata Indonesia, khususnya terhadap arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) jarak jauh seperti Benua Eropa dan Amerika.
Selasa, 31 Maret 2026 - 13:31 WIB
Reporter:
Editor :

Karangasem, tvOnenews.com – Berlarutnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mulai berdampak pada sektor pariwisata Indonesia, khususnya terhadap arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) jarak jauh seperti Benua Eropa dan Amerika. Mengantisipasi dampak perang terhadap kunjungan wisatawan ke Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bergerak cepat dengan menyiapkan strategi mitigasi, salah satunya mengalihkan fokus pasar ke kawasan Asia.

Penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah serta perubahan rute penerbangan menyebabkan sejumlah maskapai tidak dapat beroperasi normal. Kondisi ini memicu penurunan mobilitas wisatawan, terutama dari pasar jarak jauh seperti Eropa dan Amerika yang selama ini banyak transit di Timur Tengah untuk berlibur ke Indonesia, khususnya Bali.

Eskalasi konflik yang mengakibatkan pemblokiran Selat Hormuz oleh pihak Iran juga berdampak pada melonjaknya harga minyak dunia yang berimbas pada kenaikan harga bahan bakar avtur pesawat. Hal ini berimbas pada mahalnya harga tiket pesawat, yang pada akhirnya menekan minat perjalanan wisata internasional ke Indonesia.

Pemerintah memperkirakan potensi penurunan kunjungan wisman bisa mencapai ribuan orang per hari, bahkan berpotensi menimbulkan kerugian devisa hingga ratusan miliar rupiah jika situasi berlangsung lama.

Meski demikian, Deputi Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, usai menghadiri Press Conference Bali Beyond Travel Fair di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (30/3), menyampaikan pemerintah masih memantau dampak langsung terhadap pariwisata nasional pada musim panas ini yang menjadi musim liburan di dataran Eropa.

"Butuh waktu untuk melihat dampak langsungnya, ini kan baru selesai libur lebaran dan bukan masa high season, tapi di Musim panas di musim liburan ini lah test nya seberapa pengaruhnya dengan kunjungan wisatawan," ujarnya.

Sebagai langkah mitigasi, Kemenpar kini mengalihkan sasaran dari pasar yang jauh ke pasar terdekat dengan melakukan penguatan pasar Asia dan Asia Pasifik. Melalui strategi promosi besar besaran ke kawasan seperti Malaysia, Singapura, China, Australia, hingga India diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif dari konflik di Timur Tengah.

"Selama ini ada 11 persen kunjungan wisatawan dari Timur Tengah dengan pesawat besar besar ,nah ini yang kita antisipasi, agar kita tidak terpengaruh negatif, kita sekarang membelokkan, dari target pasar yang jauh jauh, kita sekarang konsentrasi mengoptimalkan yang dekat dekat, dan promosi besar-besaran ke Asia dan Australia," ujarnya.

Kemenpar optimistis, dengan memperkuat pasar regional dan menjaga konektivitas penerbangan, dampak konflik global terhadap sektor pariwisata Indonesia dapat ditekan sehingga tidak berdampak signifikan terhadap industri pariwisata nasional. (awt/gol)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
01:53
02:45
01:32
09:34
01:46

Viral