- Antara
1.296 Jiwa Terdampak Banjir dan Cuaca Ekstrem di Kota Serang
tvOnenews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Provinsi Banten, mencatat sebanyak 1.296 jiwa dari 400 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana banjir dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, di Kota Serang, Senin, mengatakan berdasarkan laporan sementara hingga pukul 02.46 WIB, tercatat 485 unit rumah terendam banjir dan 50 jiwa terpaksa mengungsi.
"Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang menyebabkan banjir di sembilan titik kejadian, serta cuaca ekstrem yang mengakibatkan pohon tumbang dan rumah roboh," ujar Diat.
Banjir terparah tercatat di Kecamatan Curug, tepatnya di Lingkungan Pulo, Kelurahan Cipete, dengan ketinggian air mencapai 105 cm. Selain itu, banjir juga merendam wilayah Kecamatan Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, dan Walantaka dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 cm.
Di Kecamatan Cipocok Jaya, banjir turut merendam satu fasilitas umum yakni Pondok Pesantren Riyadul Barokah.
Diat menjelaskan, selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan pohon tumbang di empat lokasi yang sempat menutup akses jalan dan menimpa rumah warga. Kejadian pohon tumbang tersebar di Kecamatan Kasemen, Taktakan, Serang, dan Curug.
Sementara itu, tercatat lima unit rumah mengalami kerusakan (roboh) pada bagian atap maupun dapur akibat cuaca buruk yang terjadi sejak Minggu (11/1) hingga Senin dini hari. Kerusakan rumah warga dilaporkan terjadi di Kecamatan Kasemen, Taktakan, Walantaka, dan Cipocok Jaya.
"Kami telah menurunkan personel dan peralatan untuk mengevakuasi korban terdampak banjir, menangani pohon tumbang, serta melakukan asesmen terhadap rumah yang roboh," kata Diat menambahkan.
BPBD Kota Serang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana dan pengguna jalan yang melintas di area rawan pohon tumbang.(chm)