- Istimewa
Kreativitas Warga Binaan Lapas Cilegon Tumbuh Lewat Seni Lukis dan Handcraft Daur Ulang
tvOnenews.com - Kreativitas dan semangat berkarya terus dikembangkan di lingkungan Lapas Kelas IIA Cilegon melalui kegiatan pembinaan kepribadian kesenian yang diwujudkan lewat aktivitas melukis serta pembuatan handcraft berbahan dasar koran dan kertas daur ulang.
Program pembinaan ini menjadi salah satu sarana positif bagi warga binaan untuk menyalurkan bakat, meningkatkan keterampilan, sekaligus membangun rasa percaya diri selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.
Kegiatan kesenian tersebut dilaksanakan secara rutin di area pembinaan kerja dan kreativitas warga binaan dengan melibatkan petugas pembinaan serta warga binaan yang memiliki minat dan bakat di bidang seni. Dalam kegiatan melukis, warga binaan diberikan ruang untuk mengekspresikan ide, emosi, dan harapan mereka melalui media kanvas maupun gambar kreatif lainnya.
Sementara itu, melalui kegiatan handcraft, warga binaan diajarkan mengolah koran dan kertas bekas menjadi berbagai kerajinan tangan bernilai guna dan bernilai seni, seperti hiasan, tempat tisu, miniatur, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga menanamkan nilai produktivitas dan kepedulian terhadap pemanfaatan barang daur ulang.
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon menyampaikan bahwa pembinaan kesenian merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan.
“Melalui kegiatan seni dan kreativitas, warga binaan dapat menyalurkan energi positif, meningkatkan keterampilan, serta membangun rasa optimisme untuk masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Antusiasme warga binaan dalam mengikuti kegiatan tersebut terlihat dari berbagai hasil karya yang dihasilkan. Tidak sedikit dari mereka yang mampu menunjukkan kemampuan seni yang sebelumnya belum pernah dikembangkan. Kegiatan ini juga menjadi media pembinaan mental yang membantu warga binaan lebih fokus, sabar, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari di dalam lapas.
Pembinaan kepribadian melalui seni ini menjadi bukti bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga pada pengembangan potensi diri warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan semangat baru.
Dengan adanya kegiatan melukis dan handcraft daur ulang, Lapas Kelas IIA Cilegon terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang kreatif, humanis, dan bermanfaat sebagai bekal positif bagi warga binaan dalam menata kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.(chm)