news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

IFRA 2026, Thailand Buka Peluang Jajaki Bisnis Makanan dan Minuman di Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

IFRA 2026, Thailand Buka Peluang Jajaki Bisnis Makanan dan Minuman di Indonesia

Thailand tutut unjuk gigi dalam pameran waralaba, lisensi, dan konsep bisnis yakni IFRA 2026 yang berlangsung di BSD, Tangerang.
Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:12 WIB
Reporter:
Editor :

Tangerang, tvOnenews.com - Thailand tutut unjuk gigi dalam pameran waralaba, lisensi, dan konsep bisnis yakni IFRA 2026 yang berlangsung di BSD, Tangerang.

Thailand turut ambil bagian dengan membawa 9 eksibitor, lima di antaranya bergerak di sektor makanan dan minuman atau food and beverage (F&B).

Keikutsertaan Thailand menjadi bagian dari upaya Department of International Trade Promotion (DITP), Ministry of Commerce Thailand untuk memperluas akses bisnis sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dengan Indonesia.

Deputy Director of Thai Trade Center Jakarta, Nassaree Pathan mengatakan kehadiran sembilan franchise Thailand di IFRA 2026 diarahkan untuk mempertemukan pemilik usaha dengan investor Indonesia.

Langkah itu sekaligus menjalankan fungsi pihkanya sebagai penghubung melalui kegiatan business matching.

“Dari DITP, Ministry of Commerce of Thailand, kami membawa 9 franchise yang bergabung di event ini. Kami sebagai DITP menjadi jembatan untuk menghubungkan pengusaha Thailand dengan investor Indonesia, termasuk melalui business matching. Dari 9 eksibitor tersebut, ada 5 yang bergerak di sektor makanan dan minuman dan kebanyakan memiliki sertifikasi halal dari Thailand,” ujar Nassaree, Minggu (30/8/2026).

Nassaree menjelaskan kehadiran sektor F&B menjadi salah satu perhatian karena Indonesia memiliki pasar konsumen yang besar. 

Selain itu, aspek halal menjadi pertimbangan penting bagi brand makanan dan minuman Thailand yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia.

DITP juga membuka peluang untuk menghubungkan perusahaan Thailand dengan pihak terkait di Indonesia untuk membantu proses penyesuaian dan sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku.

Nassaree memaparkan sembilan eksibitor yang hadir dalam IFRA 2026 tidak dipilih secara langsung tanpa proses seleksi. 

Menurutnya DITP melakukan kurasi terhadap perusahaan Thailand yang memiliki minat untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.

“Kami menghubungkan eksibitor-eksibitor kami yang berminat untuk melakukan bisnis di Indonesia. Mereka mengirim aplikasi, kemudian DITP kami di Jakarta menerima dan memilih yang berkualitas di Thailand. Jadi kami mengumpulkan yang terbaik di sini. Bisnis mana pun yang sekiranya cocok dengan pasar Indonesia akan dibawa ke sini. Kami memilih Indonesia karena kami pikir pasarnya cukup besar. Produk-produk Thailand kami bisa berkembang dengan sangat baik di sini, dan kami berharap hubungan yang dibangun bukan hanya bisnis, tapi juga budaya dan hubungan jangka panjang,” kata Nassaree.

Tak hanya sektor makanan dan minuman, DITP juga mengungkap peluang kerja sama sektor lain yang ditawarkan Thailand melalui IFRA 2026.

Director of Thai Trade Center Jakarta, Hataichanok Sivara mengatakan sejumlah sektor lain juga memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia.

Ia menjelaskan perubahan pola konsumsi masyarakat Indonesia turut membuka ruang bagi merek internasional.

Karena itu, calon investor yang tertarik mengambil franchise Thailand disarankan tidak hanya melihat popularitas sebuah merek. 

Kemampuan modal, rekam jejak perusahaan, model bisnis, target konsumen, serta dukungan dari franchisor perlu diperhitungkan.

“Indonesia adalah salah satu pasar waralaba yang paling menarik di Asia Tenggara, didorong okeh populasi yang besar, kelas menengah yang berkembang, dan pengeluaran konsumen yang kuat. Saat ini, kami melihat peluang signifikan di beberapa sektor, termasuk makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan dan kecantikan, ritel dan gaya hidup, serta layanan bisnis,” kata Hataichanok.(raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral