news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden International Civil Aviation Organization (ICAO) Toshiyuki Onuma melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat AirNav Indonesia di Tangerang, Banten..
Sumber :
  • Antara

Kunjungi AirNav Indonesia, Presiden ICAO Tinjau Langsung Fasilitas New JATSC

Presiden International Civil Aviation Organization (ICAO) Toshiyuki Onuma melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat AirNav Indonesia di Tangerang, Banten, Jumat, 11 September 2026.
Jumat, 11 September 2026 - 21:22 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Presiden International Civil Aviation Organization (ICAO) Toshiyuki Onuma melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat AirNav Indonesia di Tangerang, Banten, Jumat, 11 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Presiden ICAO meninjau langsung fasilitas New JATSC (Jakarta Air Traffic Services Center), termasuk New ATMAS (Air Traffic Management Automation System) yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan lalu lintas udara secara terintegrasi.

Toshiyuki Onuma didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa. Dari AirNav Indonesia, turut hadir Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno, Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi Capt. Nurcahyo Utomo, serta Direktur Teknik Zainal Arifin Harahap.

New JATSC menjadi fasilitas yang ditunjukkan kepada Presiden ICAO untuk memberikan gambaran mengenai kapabilitas AirNav Indonesia dalam mengelola ruang udara Indonesia yang luas dan kompleks. AirNav Indonesia juga menjelaskan pengembangan New ATMAS serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan trafik, kapasitas pelayanan, dan keselamatan penerbangan.

Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno mengatakan, modernisasi Air Traffic Management (ATM) merupakan bagian dari transformasi AirNav Indonesia untuk memastikan pelayanan navigasi penerbangan mampu menjawab pertumbuhan trafik dan perkembangan teknologi penerbangan.

“Bagi AirNav Indonesia, modernisasi ATM bukan sekadar mengganti atau menambah teknologi. Yang kami bangun adalah kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai sistem dan informasi agar pengelolaan trafik udara dapat dilakukan secara lebih utuh, cepat, dan tepat. Dengan New ATMAS, kami ingin memastikan kapabilitas ATM terus berkembang mengikuti kebutuhan trafik, teknologi, dan tuntutan keselamatan,” ujar Avirianto.

AirNav Indonesia mengelola pelayanan navigasi penerbangan di wilayah Jakarta dan Ujung Pandang Flight Information Region (FIR) yang membentang sekitar 5.100 kilometer dari barat ke timur, dengan luas ruang udara sekitar 7,79 juta kilometer persegi dan mencakup lebih dari 17.000 pulau. Setiap hari, AirNav Indonesia menangani sekitar 5.000 penerbangan dan berkoordinasi dengan 10 FIR negara lain. Kondisi tersebut membuat pengelolaan ruang udara Indonesia membutuhkan koordinasi yang tinggi dengan lingkungan penerbangan regional.

New ATMAS mengintegrasikan sejumlah fungsi utama dalam pengelolaan lalu lintas udara. Sistem surveillance menggabungkan radar dan ADS-B, sementara datalink mendukung CPDLC dan ADS-C. Pada aspek keselamatan, tersedia fungsi safety-net seperti Short Term Conflict Alert (STCA), Area Proximity Warning (APW), dan Approach Path Monitoring (APM).

Integrasi tersebut memberi controller informasi trafik yang lebih lengkap untuk memantau kondisi, menganalisis situasi, dan mengambil keputusan operasional. New ATMAS juga terhubung dengan fungsi pengelolaan informasi aeronautika dan kapasitas trafik, termasuk AIM dan ATFM.

Pada sisi komunikasi data, AirNav Indonesia menggunakan Aeronautical Message Handling System (AMHS) untuk mendukung pertukaran flight plan, pesan ATS, informasi meteorologi, NOTAM, dan AIDC. Sistem tersebut juga terhubung dengan Singapura dan Australia.

AirNav Indonesia juga mengembangkan ATS Interfacility Data Communication (AIDC) untuk mendukung pertukaran data penerbangan antar-fasilitas pelayanan lalu lintas udara. Uji teknis AIDC untuk Jakarta FIR dijadwalkan pada 2026 sebelum implementasi penuh pada 2027.

“Indonesia mengelola ruang udara yang sangat luas dan kompleks, dengan wilayah pelayanan yang membentang dari barat ke timur dan berbatasan dengan sejumlah FIR negara lain. Kondisi ini membutuhkan sistem ATM yang tidak hanya andal di dalam negeri, tetapi juga mampu berinteroperabilitas dengan lingkungan penerbangan regional. Karena itu, modernisasi ATM menjadi bagian penting dari upaya kami memperkuat kapasitas dan konektivitas navigasi penerbangan Indonesia di kawasan Asia Pasifik,” kata Avirianto.

Modernisasi ATM AirNav Indonesia dilakukan secara bertahap. Setelah New JATSC, pengembangan dan modernisasi ATMAS berikutnya mencakup Cengkareng, Medan, Pontianak, dan Balikpapan, kemudian dilanjutkan ke Sabang, Denpasar, dan Yogyakarta.

Bagi AirNav Indonesia, penguatan ATM menjadi kebutuhan untuk menghadapi pertumbuhan trafik sekaligus menjaga keselamatan dan efisiensi penerbangan di wilayah yang luas dan kompleks.

Dalam konteks pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO, penguatan kapabilitas nasional dan kontribusi nyata dalam pengelolaan navigasi penerbangan menjadi bagian dari peran Indonesia dalam komunitas penerbangan sipil internasional. Pengembangan New ATMAS menjadi salah satu bukti investasi Indonesia dalam membangun kapabilitas ATM untuk kebutuhan penerbangan masa depan.

Kunjungan Presiden ICAO ke AirNav Indonesia menjadi momentum untuk memperlihatkan secara langsung perkembangan kapabilitas ATM Indonesia sekaligus memperkuat engagement AirNav Indonesia dengan ICAO, khususnya dalam pengembangan navigasi penerbangan di kawasan Asia Pasifik.(chm)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral