- Tim tvOne/Kurnia Hapsari
Siasat Kepala Toko Alfamart di Rawalumbu Bekasi Bikin Skenario Pencurian di Tokonya, Pura-pura Disekap
Bekasi,tvOnenews.com - Seorang pria berinisial C ditangkap Unit Reskrim Polsek Bekasi Timur, setelah actingnya menjadi korban pencurian ketahuan pihak kepolisian. Tersangka C yang seolah menjadi korban pencurian di Toko Alfamart, Kampung Rawa Roko, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, justru terbukti menjadi otak dari perencanaan pencurian di toko yang dipimpinnya tersebut.
Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Sukadi menjelaskan, tersangka C yang bekerja sebagai kepala toko merupakan otak dari pencurian di tokonya bekerja. Tersangka C tega melakukan pencurian lantaran isterinya terlilit hutang yang cukup besar sekitar Rp80 juta.
"Diamankan tersangka C sebagai kepala toko. Dialah yang menginisiasi perbuatan pencurian ini. Tersangka kedua ada istri daripada C ini, sementara dia masih DPO. Ketiga ada tersangka N, dia berperan sebagai mencari eksekutor berprofesi sebagai pedagang asongan di Desa Sriamur, Tambun Utara. Kemudian, S dan I berperan sebagai eksekutor, profesinya tukang parkir di Desa Sriamur Tambun Utara.
Perbuatan ini telah direncanakan jauh sebelumnya karena permaslahan ekonomi yang dialami oleh keluarga C dan istrinya sehingga mereka nekat melakukan perbuatan ini," ungkapnya, dalam keterangan pers, Sabtu (5/8/2023) siang.
Sukadi melanjutkan, skenario pencurian yang dibuat oleh C dilakukan untuk menutupi utang isterinya. Sang isteri yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang, saat itu berperan mencari eksekutor dengan iming iming hasil curian dibagi dua.
"C berkomunikasi dengan istrinya untuk melaksanakan pencurian ini, dan akhirnya si A (istrinya tersangka C) mendapatkan eksekutor yaitu temannya. Ia menjanjikan apabila perbuatan ini berhasil, hasilnya akan dibagi 2," tambahnya.
Kronologis kejadian ini terjadi pada (2/8/2023) lalu. Saat itu, tersangka C merencanakan eksekusi pencurian dilakukan pada malam hari. C yang kala itu sedang bertugas bersama kasir, langsung mengirim lokasi tempatnya bekerja untuk diberikan kepada ekesekutor. Saat toko hendak tutup para eksekutor pun beraksi. Akibat pencurian itu, uang senilai Rp 40 juta dibawa para tersangka.
"Kejadian nya saat penutupan alfamart ini, tim eksekutor langsung masuk kemudian menodongkan senjata tajam kepada C yang memang sudah direncanakan dari awal C lah yang membuat skenario ini, sehingga dia yang ditodongkan senjata tajam termasuk kasirnya yang perempuan", tambah Sukadi. (kdh/ebs)