- Tim tvOne/Denden Ahdani
Reaksi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal Saluran Irigasi di Tasikmalaya Kering 16 Tahun Buat Warga Menjerit
Tasikmalaya, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menyikapi permasalahan saluran irigasi Ciramajaya di Tasikmalaya. Persoalan ini telah terjadi selama belasan tahun.
Dedi Mulyadi mendengar keluhan dari warga Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya menjerit. Mereka hingga petani tak dapat memanfaatkan lahan secara produktif selama kurang lebih 16 tahun.
Dedi Mulyadi memahami jeritan warga sekitar. Menurutnya, Pemprov Jabar menilai persoalan saluran irigasi tanpa air di wilayah Tasikmalaya karena terganggunya aliran sungai.
KDM sapaan akrabnya menjawab keluhan ini. Ia menegaskan bahwa, Pemprov Jabar siap memperbaiki sistem pengairan baik di jalur irigasi dari saluran primer ke sekunder.
"Teman-teman di Tasikmalaya terdapat masalah irigasi, saluran primer dan sekunder, kita berkomitmen untuk menyelesaikan masalah irigasi," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya melalui Instagram pribadinya, Rabu (29/4/2026).
Permintaan Dedi Mulyadi Sebelum Pemprov Jabar Benahi Saluran Irigasi Ciramajaya
- Antara
Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa, pemerintah provinsi tidak ingin permasalahan ini berlarut-larut. Aliran irigasi menjadi bagian faktor penting untuk membantu kebutuhan warga.
Namun begitu, KDM mengingatkan sebelum Pemprov Jabar melakukan upaya tersebut, setidaknya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tasikmalaya melakukan arahannya.
Mantan Bupati Purwakarta ini menginginkan bangunan yang potensi menghambat fungsi aliran sungai ditertibkan segera mungkin. Setidaknya mengarah di Sempadan Sungai.
KDM meminta Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sobari Al Ayubi membongkar bangunan di kawasan lindung di kiri dan kanan tepi sungai tersebut. Tujuannya melancarkan perbaikan aliran di saluran irigasi Ciramajaya.
"Tetapi rumah-rumah yang dibangun di sempadan sungai dan mengakibatkan sungai tidak berfungsi, mohon untuk dibongkar," tegasnya.
Alasan Besar KDM Ingin Penertiban Bangunan di Sempadan Sungai
KDM menyampaikan alasannya memperintahkan pembongkaran bangunan di pinggir irigasi. Baginya, permasalahan yang sering terjadi diduga mengakibatkan ketidakfungsian aliran sungai.
Mantan Bupati Purwakarta ini mencontohkan permasalahan terjadi di saluran irigasi di Kabupaten Tasikmalaya tersebut. Ia memahami selama belasan tahun tidak memberikan air.
Akan tetapi, kata dia, permasalahan ini akibat penyempitan aliran air. Pendistribusian air untuk memenuhi kebutuhan pun tidak berjalan optimal terutama ke lahan pertanian.