- Gambar ilustrasi AI
Gelombang Korean Culture di Indonesia Makin Kuat, Dari K-Pop hingga Agro Makanan Halal Korea Jadi Daya Tarik Generasi Muda
tvOnenews.com - Fenomena Korean Culture Wave atau Hallyu terus menunjukkan pengaruh yang kuat di Indonesia. Jika pada awalnya budaya Korea dikenal melalui drama televisi dan musik K-Pop, kini jangkauannya semakin luas hingga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk gaya hidup, kecantikan, pendidikan, hingga kuliner.
Kehadiran produk dan budaya Korea yang semakin dekat dengan masyarakat Indonesia menunjukkan bagaimana pertukaran budaya dapat berkembang menjadi hubungan yang lebih luas antara dua negara.
Di kalangan generasi muda, budaya Korea tidak lagi sekadar hiburan. Banyak anak muda mengenal nilai-nilai budaya, bahasa, hingga tradisi Korea melalui berbagai kegiatan interaktif.
Proses pembelajaran pun menjadi lebih menarik ketika peserta tidak hanya menerima informasi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui aktivitas yang melibatkan kreativitas dan partisipasi aktif.
Konsep pembelajaran berbasis pengalaman ini terlihat dalam berbagai festival budaya yang digelar di Indonesia. Peserta, termasuk siswa dan siswi, dapat terlibat langsung dalam merancang, mengelola, hingga mengikuti berbagai kegiatan budaya dan kuliner.
Pendekatan tersebut membuat proses belajar menjadi lebih bermakna karena menghadirkan pengalaman nyata yang mempertemukan edukasi, budaya, dan interaksi sosial dalam satu ruang yang sama.
Budaya Korea dan Kuliner Halal Semakin Dekat dengan Masyarakat Indonesia
Melansir dari berbagai sumber, perkembangan budaya Korea di Indonesia kembali terlihat melalui penyelenggaraan festival yang memperkenalkan berbagai jenis agro-makanan halal Korea sekaligus beragam unsur budaya populer Negeri Ginseng.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian, Pangan, dan Pedesaan Korea Selatan bersama Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT) dan Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia dann berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Bandung, Jawa Barat.
Ajang ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pangan Korea yang telah memperoleh sertifikasi halal. Langkah ini dinilai penting mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, sehingga aspek kehalalan menjadi perhatian utama dalam konsumsi makanan.
Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, menjelaskan bahwa festival tersebut dirancang agar generasi muda Indonesia dapat menikmati berbagai unsur budaya Korea dalam satu tempat, mulai dari kuliner, musik, hingga kecantikan. Menurutnya, budaya dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan dan saling pengertian antara masyarakat kedua negara.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Bandung, Dr. H. Erwin, S.E., M.Pd., menilai kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperluas empati sekaligus memperkuat pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea Selatan.
Berbagai jenis makanan Korea seperti tteokbokki, ramyun, minuman khas Korea, hingga sejumlah makanan bersertifikat halal diperkenalkan kepada masyarakat. Namun, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada hal itu. Berbagai program edukatif juga disiapkan untuk meningkatkan pemahaman pengunjung mengenai budaya dan makanan Korea.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah kelas memasak yang mengajarkan cara membuat Japchae dan Bulgogi Gimbap menggunakan bahan-bahan khas Korea.
Melalui aktivitas tersebut, peserta dapat mempelajari teknik memasak sekaligus memahami karakteristik bahan pangan yang digunakan dalam masakan Korea. Pengunjung juga dapat mencoba berbagai permainan tradisional Korea yang memperkenalkan aspek budaya yang lebih luas di luar fenomena K-Pop.
Pada waktu yang sama, Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) turut menyelenggarakan Oulim Festival yang menghadirkan beragam kegiatan budaya populer. Program seperti K-Pop Dance Academy, final kompetisi cover dance Jawa Barat, pengalaman K-Beauty, hingga Random Play Dance mendapat sambutan antusias dari kalangan generasi muda.
Kolaborasi antara festival budaya yang digelar KCCI dan pengalaman kuliner yang dihadirkan aT menciptakan ruang interaksi budaya yang komprehensif. Pengunjung tidak hanya menikmati makanan khas Korea, tetapi juga dapat merasakan musik, seni pertunjukan, hingga aktivitas budaya lainnya dalam satu kawasan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa hubungan budaya Indonesia dan Korea Selatan terus berkembang ke arah yang lebih beragam. Jika sebelumnya Korean Wave identik dengan hiburan, kini pengaruhnya juga hadir melalui sektor pangan, ekonomi kreatif, dan edukasi budaya.
Melalui kegiatan yang menggabungkan unsur pembelajaran dan pengalaman langsung, generasi muda memiliki kesempatan untuk memahami budaya negara lain secara lebih mendalam, sekaligus memperkuat semangat keterbukaan dan pertukaran budaya di tengah masyarakat global yang semakin terhubung. (udn)