- dok.kolase tvOnenews.com /antara
Bukan Hanya Merawat, Rumah Sakit juga Bentuk Tim Khusus untuk YTR Korban Dugaan Penyekapan di Bandung
Jakarta, tvOnenews.com- Pihak rumah sakit hasan sadikin (RSHS) menyampaikan pihaknya tidak hanya berfokus merawat dan mengobat luka pasien, YTR terduga korban penyekapan di Bandung.
Dijelaskan, RSHS juga membentuk tim khusus untuk lebih jauh memberikan pelayanan terbaik untuk YTR. Kondisinya sangat menyayat hati karena perlu perhatian khusus.
Melihat perkembangan kasus dugaan penyekapan di Bandung selama 3 tahun kian benderang, karena pelaku sudah ditangkap. Tapi korban masih perlu diperhatikan karena disebut belum bisa berjalan secara normal.
- dok.kolase tvOnenews.com /antara
Sehingga Rumah Sakit juga membentuk tim khusus perawatan untuk YTR (29). Menurut Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSHS Bandung dr. Fitra Hergyana bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, mendukung pemulihan kondisi korban yang mengalami sejumlah luka berat.
“Rumah Sakit Hasan Sadikin memberikan pelayanan yang terbaik dan juga tim yang terbaik. Jadi kita membuat tim mulai dari bedah plastik, penyakit dalam, mata, dan yang lainnya,” kata Fitra dalam Antara, Rabu (24/6).
- Istimewa
Maka bukan hanya merawat fisik YTR, tetapi juga memperhatikan korban bisa mendapatkan penanganan dari dokter spesialis kejiwaan. Guna membantu proses pemulihan psikologis akibat trauma yang dialaminya.
“Dokter psikiatri telah dikonsultasikan dan memang telah berkonsultasi juga. Saat ini korban dirawat dengan pendampingan psikiatri,” jelasnya.
Sebelumnya, update kondisi YTR disampaikan Afif sebagai kakak korban mengatakan kondisi adeknya masih dalam perawatan intensif. Sebab sangat banyak luka, diduga dari penganiayaan terduga pelaku.
Afif menjelaskan sang adik sepertinya harus belajar jalan lagi. Sebab efek dari luka yang dialaminya.
"Karena kan adik saya juga nggak bisa lihat sekarang jalan pun mungkin nanti harus belajar lagi. sebelumnya juga diikat katanya kan," kata Afif dalam YouTube TvOnenews, Minggu (21/6).
"kan juga (luka) dibagian kepala dan kaki," sambungnya.
Proses Penangkapan
Polisi menyebutkan pelaku sempat melarikan diri ke Tangerang dan Banten, sebelum akhirnya ditangkap polisi.
Setelah kembali ke Jawa Barat, tersangka menuju rumah kerabatnya di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung.
“Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan, yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman, tapi di sana juga bingung dan merasa tidak aman, lalu kembali lagi ke Jawa Barat,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan di Bandung, Selasa.