news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Museum ITB..
Sumber :
  • Antara

Museum ITB, Ruang Baru untuk Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan

Museum ITB tidak hanya bicara soal ruang pamer, artefak, arsip, dan teknologi imersif. Tidak pula hanya bicara soal gedung, koleksi, dan catatan sejarah kampus.
Minggu, 5 Juli 2026 - 18:11 WIB
Reporter:
Editor :

Ia juga menyoroti kehadiran ruang dome, tempat pengunjung dapat menyaksikan film imersif tentang teknologi, alam semesta, dan rasa ingin tahu manusia yang melahirkan sains. Bagi Fadli, pendekatan itu membuat museum tidak berhenti sebagai ruang pajang, tetapi bergerak menjadi ruang pengalaman.

“Museum ITB ini semangatnya sama dengan apa yang sekarang sedang dikembangkan ke arah STEM: Science, Technology, Engineering, and Math. Kita harapkan semakin banyak siswa SD, SMP, SMA, dan masyarakat umum datang ke Museum ITB ini,” katanya.

Fadli menilai museum tersebut memberi “inspirasi, refleksi, dan edukasi” melalui narasi yang baik, tata pamer yang kuat, dan pendekatan partisipatif. Menurut dia, museum masa depan tidak bisa lagi memperlakukan pengunjung semata sebagai penonton pasif.

“Museum ke depan itu harus ada partisipasi dari para pengunjung. Mereka bukan hanya sebagai objek, tetapi juga berpartisipasi di dalam experience museum,” ujarnya.

Dalam pengamatannya, Museum ITB telah mengadopsi pendekatan yang lazim ditemui di museum-museum dunia: visualisasi digital, audio interaktif, dan pengalaman imersif. 

“Intervensi digitalnya sudah sangat banyak, immersive, dan lain-lain. Mudah-mudahan ini bisa dijadikan contoh untuk museum yang lain, baik perguruan tinggi maupun museum-museum pada umumnya,” kata Fadli. 

Pernyataan serupa juga dicatat ANTARA, yang menyebut Museum ITB membawa standar baru bagi permuseuman nasional karena pemanfaatan teknologi digital dan pengalaman imersif. 

Museum sebagai Ruang Pertemuan Lintas Generasi
Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara melihat museum ini dengan tekanan yang berbeda. Ia tidak menempatkan museum terutama sebagai gedung, melainkan sebagai wadah pengetahuan.

“Hari ini tanggal 3 Juli 2026 kita meresmikan Museum ITB. Sebagaimana tadi disampaikan Pak Menteri, ini adalah museum yang bukan hanya sekadar gedung museum saja. Yang lebih penting itu kontennya. Jadi kita bisa melihat sejarah, kemudian belajar di dalamnya, dan juga melihat masa depan,” ujar Tatacipta.

Bagi Tatacipta, Museum ITB harus dapat ditemui oleh berbagai lapisan usia. Anak-anak harus bisa berinteraksi. Orang tua harus bisa belajar. Para senior harus bisa bernostalgia. Museum itu, dengan demikian, menjadi semacam ruang perjumpaan.

Berita Terkait

1
2
3 4 5 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral