news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • jabarprov.go.id

Bicara Pembangunan Desa dan Kelurahan di Jabar, Gubernur Dedi Mulyadi Sesalkan Budaya Gotong Royong Semakin Pudar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti pudarnya budaya gotong royong di Jabar menjadi salah satu faktor lambatnya pembangunan desa hingga kelurahan.
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WIB
Reporter:
Editor :

Ia mencontohkan, tak sedikit pemimpin memilih sibuk pada pelaporan. Namun, mereka melupakan tanggung jawab esensialnya sebagai pimpinan di suatu daerah.

Ia pun mengimbau agar seorang pemimpin tetap mempunyai prinsip dan nilai. Kekuatan ini sebagai upaya tidak mudah terbawa arus mengenai pendapat dan perubahan cara masyarakat melihat seorang pemimpin hanya diukur dari banyaknya pengikut di media sosial.

Soroti Maraknya Kasus Perdagangan Orang, Judol, Pinjol hingga Peredaran Tramadol

Dalam kesemaptan itu, ia menyoroti masih banyak kasus perdagangan orang. Tak sedikit warga Jawa barat menjadi korbannya sehingga mendorong dirinya mengajak LPM meningkatkan perekonomian desa.

Ajakan tersebut tak lepas agar tidak ada lagi perdagangan manusia dengan diimingi gaji besar, baik di kota maupun di luar negeri. Ia mengaku pembahasan ini lantaran mendapat laporan 12 warganya diperlakukan buruk saat bekerja di luar negeri.

"Saya mohon maaf. Ada warga Jabar yang bekerja di tempat hiburan di Maumere sebanyak 12 orang. Upah tidak sesuai, ada penganiayaan dan pelecehan. Saya sedang berusaha untuk memulangkan dan pemilik tempat hiburan dalam proses pidana. Kita terus dampingi," paparnya.

Pria berusia 55 tahun ini juga mengajak warga Jabar mengurangi bahkan meninggalkan kebiasaan bermain judi online (judol). Berdasarkan dari data yang tercatat, perputaran judol di Jabar mencapai angka Rp2,5 triliun.

Tak hanya perputaran judol, menurut KDM, pinjaman online (pinjol) juga semakin marak. Ia memprediksi jumlahnya juga bernilai besar.

Dalam pesan berikutnya, KDM membahas terkait peredaran tramadol. Baginya, hal ini sangat berbahaya lantaran aktivitas ini sudah mencapai warung-warung di pedesaan maupun kelurahandi Jabar.

"Seluruh rakyat harus membuat gerakan yang terstruktur dari pusat sampai daerah untuk melakukan perlawanan. Ini bukan sekedar kriminal namun menjadi masalah global yang dapat melumpuhkan masa depan anak bangsa dan generasi masa depan," tukasnya.

(hap)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:16
12:21
02:04
03:45
02:28
03:25

Viral