- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Viral Kasus Dugaan Pelecehan yang Menyeret Wabup Sumedang, Dedi Mulyadi: Saya Akan Tanya Langsung!
tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan yang menyeret Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila kembali menjadi perhatian publik.
Polemik yang mencuat sejak akhir Agustus 2026 itu sebelumnya ramai di media sosial dan pesan berantai, dengan narasi yang mengaitkan orang nomor dua di Kabupaten Sumedang tersebut dengan dugaan pelecehan, kekerasan, intimidasi hingga pembatasan kebebasan terhadap sekretaris pribadinya berinisial R atau RY. Namun, hingga kini dugaan tersebut belum terbukti secara resmi.
Perkembangan terbaru justru datang dari hasil pemeriksaan Inspektorat Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut investigasi internal tersebut belum menghasilkan fakta yang dapat diumumkan kepada masyarakat.
Menurutnya, pihak-pihak yang diperiksa tidak ada yang mengakui terjadinya peristiwa sebagaimana isu yang beredar. Kondisi itu membuat polemik yang sudah telanjur viral belum mendapatkan kesimpulan yang dapat menjadi rujukan publik.
Di tengah situasi tersebut, Dedi Mulyadi memutuskan untuk mengambil langkah berikutnya. Ia menyatakan akan datang langsung ke Sumedang untuk bertemu dengan Bupati, Wakil Bupati, keluarga, serta sekretaris pribadi yang disebut dalam polemik.
Berbeda dengan pemeriksaan formal Inspektorat, Dedi memilih pendekatan dialog secara personal untuk mendapatkan keterangan langsung dari pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Hasil Investigasi Inspektorat Belum Menemukan Titik Terang
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa sejak awal pemeriksaan memang diserahkan kepada Inspektorat Jawa Barat. Langkah tersebut dinilai sesuai dengan fungsi kelembagaan karena gubernur tidak semestinya turun langsung menjadi pemeriksa dalam sebuah proses investigasi internal.
"Kita ini kan sebenarnya kemarin sudah saya tanya ke Inspektorat yang melakukan investigasi. Kalau kita berdasarkan investigasi yang ada di Inspektorat, nggak ada yang bisa diumumin," kata Dedi pada awak media di Gedung DPRD Jabar, Jumat (11/9/2026).
Menurut Dedi, tidak adanya pengakuan dari pihak yang diperiksa membuat Inspektorat belum memiliki temuan yang dapat disampaikan sebagai kesimpulan kepada publik.
"Kenapa nggak ada yang bisa diumumin? Semua pihak mengakui perbuatannya tidak pernah ada. Artinya semua pihak yang diperiksa oleh Inspektorat tidak ada satu pun yang mengakui peristiwa itu ada," ujarnya.