news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Antusiasme warga beratur di warung Nasi Padang Kamsur Jaya, Klender, Jakarta Timur..
Sumber :
  • Istimewa

Riset Technolegal Inovasi Akuntabilitas Sektor Informal Raih Medali Emas Ajang ISIF 2026 di Universitas Indonesia

Ajang kompetisi Invensi Internasional 8th International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 resmi dimulai sejak Selasa, 6 Oktober 2026.
Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:30 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ajang kompetisi Invensi Internasional 8th International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 resmi dimulai sejak Selasa, 6 Oktober 2026. Diselenggarakan atas kerja sama Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) di Depok. 

Kompetisi tahunan bergengsi ini diikuti oleh 1562 tim yang berasal dari 25 negara, Indonesia, Amerika Serikat, Rusia, China, Brazil, Uzbekistan, Korea Selatan, Georgia, Afrika Selatan, Turki, Hongkong, Thailand, Singapura, Meksiko, Iran, Belarus, Pakistan, Bangladesh, India, Malaysia, Arab Saudi, Afghanistan, Vietnam, Filipina, dan Turkmenistan. Pada sesi presentasi yang berlangsung, tim juri menjadwalkan lima peserta untuk memaparkan riset mereka secara berurutan. 

Sesi dibuka oleh penampilan Aidan Lee dari Glen Rock High School New Jersey, Amerika Serikat. Penampilan kedua dilanjutkan oleh Zhang Zhehan dari Shun Tak Fraternal Association Yung Yau College, Hong Kong. Sesi berikutnya diisi oleh presentasi dari Anastasia Gaboshvili dari Cervantes Gymnasium AIA-GESS Tbilisi, Georgia, disusul oleh Sarvar Bexbutov dari Bukhara Presidential School, Uzbekistan. Rangkaian presentasi di segmen ini kemudian dilanjutkan oleh peserta Indonesia, Ajeng Salma Layla Amira dari SMA Negeri 8 Jakarta. 

Ia mempresentasikan penelitian berjudul “IoT-Driven Public Accountability (IOTPA): Securing Consumer Rights at Micro-Scale Food Stall Enterprises”. Riset yang menyoroti aplikasi teknologi terapan berbasis Internet of Things (IoT) guna menjawab kepatuhan hukum di sektor pangan informal ini berhasil meraih medali emas dalam ajang ISIF 2026. 

Fokus utama penelitian mengambil sampel operasional pada warung Nasi Padang Kamsur Jaya di Klender, Jakarta Timur, yang menerapkan model harga seragam di bawah Rp12.000 per porsi untuk semua lauk berprotein tinggi termasuk ayam bakar, ayam gulai, ikan goreng, dan telur dadar. 

Model usaha mikro ini menghadapi tantangan regulasi terkait pemenuhan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Berdasarkan regulasi tersebut, pelaku usaha wajib menjamin keamanan dan higienitas produk. Namun, bagi pedagang kecil dengan margin tipis, risiko kerusakan makanan akibat suhu tropis harian menjadi kendala utama karena dapat mengancam kelangsungan usaha jika masakan terbuang. 

Guna menjembatani kepatuhan hukum dan efisiensi operasional, penulis buku Innovation in Motion: From Ideas to Impact yang juga pendiri Komunitas Anak Sadar Hukum (Koandarkum) itu merancang perangkat IOTPA berbasis sensor submersible untuk memantau kadar keasaman kuah santan dan sensor pencatat suhu serta kelembapan di dalam etalase kaca. Ketika makanan terdeteksi mengalami degradasi biologis di bawah ambang aman atau suhu ruangan, sistem langsung mengirimkan notifikasi ke ponsel pengelola warung melalui aplikasi WhatsApp atau LINE. 

Durasi pengiriman data peringatan dini ini membutuhkan waktu di bawah 10 menit. Respons cepat ini mempermudah pedagang melakukan tindakan preventif berupa pemanasan ulang masakan sebelum bakteri berkembang biak. Berdasarkan eksperimen yang dilakukan oleh peserta pelatihan peningkatan kapasitas bahasa Jerman program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT) 2026 di Universitas Indonesia tersebut, penerapan sistem IOTPA ini mampu mereduksi kehilangan makanan (food loss) harian dari angka 15% menjadi di bawah 2%. 

Pengurangan limbah masakan ini terbukti membantu menjaga stabilitas keuangan warung untuk tetap mempertahankan harga terjangkau bagi konsumen tanpa mengurangi ukuran porsi. Kendati demikian, keberlanjutan efektivitas sistem ini di lapangan masih berpotensi membentur sejumlah tantangan nyata. Ancaman utama bersumber dari fluktuasi harga bahan baku pokok yang kerap tidak menentu di pasaran, yang sewaktu-waktu dapat menekan batas keuntungan pedagang secara ekstrem di luar kendali teknologi. 

Selain itu, operasional perangkat digital ini juga sangat bergantung pada stabilitas jaringan internet lokal yang rentan mengalami gangguan di area terbuka. Di luar kendala operasional, keunggulan struktural dari kerangka kerja IOTPA ini justru terletak pada keabsahan administrasinya. Rekaman data telemetri yang berhasil terkirim dan tersimpan di cloud database memenuhi kualifikasi sebagai alat bukti elektronik yang sah berdasarkan Pasal 5 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua UU ITE. 

Melalui pendekatan teknis inovatif ini, riset dari alumni program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2025 Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut berhasil menawarkan alternatif pemenuhan akuntabilitas publik dan perlindungan hak kesehatan konsumen secara mandiri bagi sektor ekonomi informal.(chm)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral