news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Banjir merendam Jalan KH Ahmad Dahlan, Dukuh Mertokusuman, Kelurahan Pati Wetan, Kecamatan Pati, Senin (12/1/2026) pagi..
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Banjir Parah Rendam Kota Pati, Jalan Protokol hingga Belakang DPRD Tergenang

Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, semakin parah. Tidak hanya wilayah pedesaan, kawasan perkotaan kini juga ikut terendam banjir, salah satunya di Jalan KH Ahmad Dahlan yang berada tepat di belakang Gedung DPRD Kabupaten Pati.
Senin, 12 Januari 2026 - 19:34 WIB
Reporter:
Editor :

Pati, tvOnenews.com – Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, semakin parah. Tidak hanya wilayah pedesaan, kawasan perkotaan kini juga ikut terendam banjir, salah satunya di Jalan KH Ahmad Dahlan yang berada tepat di belakang Gedung DPRD Kabupaten Pati.

Banjir merendam Dukuh Mertokusuman, Kelurahan Pati Wetan, Kecamatan Pati, Senin (12/1/2026) pagi. Padahal kawasan ini merupakan wilayah strategis perkotaan karena berdekatan dengan Kantor DPRD Pati dan Kantor Bupati Pati.

Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter. Genangan air membuat aktivitas warga terganggu. Sejumlah warga terpaksa berjalan menerobos banjir, sementara beberapa sepeda motor mogok saat melintas di jalan protokol yang tergenang.

Menurut warga, banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak Minggu (11/01/2026), diperparah dengan meluapnya Sungai Kalidoro serta tersumbatnya saluran gorong-gorong.

"Disini belakang kantor DPRD Pati, dekat juga kantior Bupati. Setiap tahun terjadi banjir seperti ini. Tapi kayaknya tidak pernah ada tindakan," ujar Endi, warga Kelurahan Pati Wetan.

"Setahu saya saluran air ini nggak pernah dinormalisasi. Mungkin gotnya kurang gede atau kurang dalam kotor," lanjutnya. 

Selain Pati Wetan, banjir juga merendam sejumlah desa lain di wilayah Kecamatan Pati Kota, di antaranya Desa Semampir, Dengkek, Parenggan, Sugiharjo dan Kelurahan Kalidoro. 

Banjir tidak hanya merendam jalan dan permukiman warga, tetapi juga masuk ke sejumlah perkantoran, sekolahan dan tempat usaha. Wahyuni, pemilik warung makan di kawasan terdampak, mengaku pasrah karena dagangannya sepi pembeli.

"Tadi banjir mulai jam setengah 6 pagi, saya terlanjur masak banyak malah terus tiba tiba air datang, naik terus. Nggak tahu ini mungkin ada yang mau borong masakan saya," kata Wahyuni. 

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pati dapat lebih serius menangani persoalan banjir yang kerap terjadi.

"Ini setiap tahun terjadi, kalau musim hujan sering banjir. Disini kan termasuk daerah perkotaan, saya mohon kepada para pejabat untuk memikirkan agar banjir tidak terjadi lagi," pungkas dia. 

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, hingga Senin (12/02/2026) tercatat sebanyak 48 Desa yang tersebar di 12 Kecamatan terendam banjir. Jika curah hujan tinggi masih berlanjut, banjir diprediksi akan terus meluas ke wilayah lainnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral