- Tim tvOne - Abdul Rohim
Empat Kali Kebanjiran dalam Sepekan, Warga Pati Wetan Mengaku Jengah
Pati, Jawa Tengah - Warga Dukuh Geta’an, Kelurahan Pati Wetan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai kehilangan kesabaran akibat banjir yang terus berulang.
Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, permukiman mereka tercatat sudah empat kali terendam banjir, tanpa adanya penanganan nyata dari pemerintah daerah.
Banjir diketahui mulai merendam kawasan tersebut sejak Jumat malam lalu. Meski sempat surut pada Senin (12/1/2026) siang dan jalan kembali bisa dilalui, hujan susulan menyebabkan air kembali naik pada Selasa (13/1/2026) siang.
Air menggenangi rumah-rumah warga, jalan lingkungan, hingga menghambat aktivitas masyarakat. Sejumlah kendaraan, termasuk ambulans, terpaksa melintas perlahan menembus genangan.
Warga menyebut persoalan utama banjir berasal dari gorong-gorong dan saluran pembuangan air yang tidak berfungsi optimal. Endapan lumpur yang menumpuk membuat air hujan tak tertampung dan akhirnya meluap ke permukiman.
“Hari ini yang keempat kalinya banjir susulan. Banjir mulai Jumat malam sekitar jam sepuluhan. Banjir pertama itu dari lereng gunung muria. Terus banjir juga disebabkan karena saluran air gorong gorong mampet," ujar Eko Budianto, Ketua RT 3 RW 3 Kelurahan Pati Wetan.
"Dalam seminggu ini sudah empat kali kebanjiran. Setiap banjir surut, kami harus membersihkan lumpur lagi dan lagi. Capek,” lanjutnya.
Ironisnya, lokasi permukiman warga dekat dari Kantor DPRD Kabupaten Pati. Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan dan laporan terkait kondisi banjir tersebut, namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan.
“Banjir di sini datang setiap tahun. Kami ingin ada penanganan pasti, seperti normalisasi atau pengerukan saluran air supaya banjir tidak terus datang,” kata Eko.
Kondisi ini membuat warga khawatir, terutama jika intensitas hujan tinggi masih terus terjadi. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Pati segera turun tangan melakukan normalisasi saluran air agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
"Harapan kami kedepannya ya ada pengerukan atau normalisasi saluran air," harapnya. (arm/buz)