- Antara
Antisipasi Jalan Putus, Pemkab Jepara Survei Jalur Alternatif
tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Jawa Tengah, berupaya membuka jalur alternatif, sebagai antisipasi apabila jalur utama terputus ketika terjadi bencana.
"Kami mendapatkan perintah Bupati Jepara untuk melakukan survei dua jalur alternatif ketika akses utama di Desa Tempur terhambat, yakni melalui Jalur Tempur-Duplak-Sumanding dan Tempur-Rahtawu (Kudus)," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto di Jepara, Selasa.
Sebelumnya, menurut dia, tim BPBD Jepara bersama warga melakukan survei, salah satunya Duplak-Sumanding bersama alat berat. Sedangkan berikutnya rute Tempur-Rahtawu juga menggunakan alat berat.
Ia mengatakan Pemkab Jepara memang serius membuka jalur alternatif, sehingga nantinya Desa Tempur bisa ditempuh lewat tiga jalur sekaligus sebagai jalur segitiga emas, ketika jalur utama terputus seperti yang terjadi pada Jumat (9/1), setelah diguyur hujan deras, sehingga menyebabkan akses keluar masuk Desa Tempur terputus total.
Ketiga jalur tersebut, yakni melalui Kabupaten Pati melintasi Desa Medani-Kaliombo, kemudian melalui Desa Rahtawu (Kabupaten Kudus), serta melalui Duplak-Sumanding (Jepara).
"Nantinya, jalur yang melintasi dua kabupaten, akan dikomunikasikan dengan bupati masing-masing agar akses alternatif tersebut juga didukung dengan turut diperbaiki akses jalannya, termasuk pelebaran di wilayah masing-masing," ujar dia.
Dengan tersedianya jalur alternatif, diharapkan peristiwa warga Desa Tempur terisolir tidak terulang kembali, karena terdapat jalur alternatif untuk suplai logistik maupun kebutuhan sehari-hari warga desa setempat ketika terjadi bencana alam.
Untuk saat ini, ia mengatakan akses utama menuju Desa Tempur sudah pulih sejak beberapa pekan sebelumnya. Hanya saja, baru kendaraan pribadi dan roda dua, sedangkan truk dan sejenisnya belum direkomendasikan karena masih ada akses jalan yang rawan.
"Dikhawatirkan ketika dipaksakan kendaraan truk melintas, justru akan merusak akses jalannya," ujar dia.
Bencana tanah longsor yang terjadi di berbagai lokasi di sepanjang jalur utama menuju Desa Tempur pada 9 Januari 2026, mengakibatkan 3.522 jiwa dari 1.445 Kepala Keluarga (KK) di Desa Tempur terisolasi. Sedangkan akses jalan baru bisa dilalui pada 12 Januari 2026.
Dari hasil asesmen awal BPBD Jepara, terdapat 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat sampai kritis sehingga menyebabkan akses keluar masuk Desa Tempur terputus total.(chm)