- Tim TvOne - Aditya Bayu
Hanya Dapat 3 Murid Baru, SD Negeri Piyanggang 01 Torehkan Segudang Prestasi
Semarang, tvOnenews.com - Sejak 5 tahun terakhir, SD Negeri Piyanggang 01 tak pernah mendapatkan murid sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Dapodik yaitu sebanyak 28 siswa. Bahkan jika ditotal dari 6 rombongan belajar (rombel) kelas satu hingga enam, jumlah murid di sekolah yang berada di desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hanya terdapat 38 siswa.
Pada tahun ajaran baru 2026/2027, sekolah ini hanya mendapatkan 3 orang murid yang berasal dari dusun sekitar. Meski pengurus sekolah telah melakukan promosi ke berbagai TK, namun hal ini belum mampu mengangkat sekolah untuk mendapatkan murid lebih banyak.
Di tengah minimnya jumlah murid yang dimiliki SD Negeri Piyanggang 01 justru menorehkan prestasi yang gemilang pada 2 tahun terakhir. Melalui sejumlah program yang digagas oleh sekolah, para siswa mulai kelas 3 hingga kelas 6 mampu berprestasi baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, dari segi ketrampilan maupun akademik.
Kepala SD Negeri Piyanggang 01, Sugyanti, mengatakan, sekolah berupaya menghadirkan program-program yang mampu menjawab harapan orang tua sekaligus mengembangkan potensi peserta didik, baik di bidang keagamaan maupun akademik dan seni.
"Jadi untuk SD Negeri 1 sendiri, terutama di beberapa tahun terakhir kami memang membuat program-program yang memfasilitasi orang tua murid. Program kami di antaranya ada hafalan Al-Qur'an juz 30, kegiatan Pagi Ceria Al-Qur'an, salat berjamaah baik Duha maupun Zuhur, dan juga program-program yang kaitannya dengan prestasi siswa," ujarnya saat dijumpai di sekolah pada Selasa(21/7/2026).
Meski jumlah peserta didik terbatas, sekolah mulai memetakan potensi anak sejak kelas 1. Saat memasuki kelas 2, siswa yang dinilai memiliki bakat mulai dipersiapkan untuk mengikuti berbagai perlombaan. Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Dalam dua tahun terakhir, SD Negeri 1 berhasil meraih sejumlah prestasi di tingkat kecamatan hingga kabupaten, terutama pada bidang keagamaan dan seni.
"Alhamdulillah berkat kerja sama dan kerja keras yang luar biasa dari bapak ibu guru, di dua tahun terakhir ini kami memang memiliki prestasi yang luar biasa. Dahulu SD Negeri 1 dipandang sebelah mata, bahkan tidak pernah berbicara di tingkat kecamatan apalagi tingkat yang lebih tinggi. Namun sekarang kami sudah memiliki prestasi, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten," ungkapnya.
Di bidang akademik, sekolah juga rutin mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN). Meski belum berhasil meraih hasil terbaik, semangat untuk terus berkembang tetap menjadi motivasi seluruh tenaga pendidik.
"Meski jumlah murid kami sedikit dan masih kekurangan guru kelas, kami tidak berkecil hati, dan tidak berputus asa. Kami terus berupaya dan terus berusaha bagaimana agar anak-anak kami bisa kami layani dengan sebaik-baiknya," imbuhnya.
Saat ini, SD Negeri 1 memiliki total 38 siswa dengan rata-rata enam hingga tujuh anak di setiap kelas kecuali kelas satu yang hanya memiliki 3 siswa. Sekolah tersebut melayani dua dusun dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit. Kondisi demografis tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan jumlah peserta didik di sekolah ini tidak banyak.
Sementara itu, Ka-Korwil Sumowono, Sutrisno, mengungkapkan tidak terpenuhinya jumlah siswa di setiap sekolah tak hanya dialami oleh SD Negeri Piyanggang 01 Sumowono, beberapa SD negeri di Sumowono juga mengalami kekurangan murid. Ditahun 2026 ada dua SD negeri yakni SD Negeri Piyanggang 01 dan SD Negeri Candigaron 04 yang hanya menerima tiga siswa.
"Dari 25 SD negeri yang ada di Sumowono memang belum terpenuhi semua kuotanya. Paling banyak ya itu 25 siswa. Karena memang lingkungan kita secara geografis itu sangat kecil. Masyarakatnya sebagai masyarakat petani biasa, kemudian buruh pabrik cenderung memiliki keluarga yang memang kecil memiliki anaknya hanya satu," jelasnya.
Tak terpenuhinya kuota diakui Sutrisno sudah sejak dua tahun belakangan ini. Bahkan di tahun ini lebih menurun lagi. Tak heran sekolah berlomba untuk melakukan kegiatan yang kreatif untuk daya tarik ke orang tua. (abc/dan)