news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bendung karet di Desa Ngastorejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami kebocoran..
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Bendung Karet Sungai Juwana Bocor, Ribuan Hektare Sawah di Pati Terancam Kekeringan

Bendung karet Sungai Juwana yang berada di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali mengalami kebocoran.
Kamis, 23 Juli 2026 - 21:42 WIB
Reporter:
Editor :

Kamelan menambahkan, saat ini usia tanaman padi di kawasan tersebut berkisar antara nol hari hingga empat puluh hari. Sehingga membutuhkan suplai air yang cukup agar dapat tumbuh optimal.

“Disepanjang sungai juwana ini tanaman padi ada yang usia nol hari atau masih persemaian hingga yang paling tua empat puluh hari. Artinya tanaman padi ini masih membutuhkan air hingga empat bulan kedepan,” ungkapnya.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan Suri, salah seorang petani di Desa Ngastorejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.

Suriani mengaku kawatir tanaman padinya akan mengalami puso atau gagal panen karena kekurangan air akibat bocornya bendung karet sungai juwana.

“Saat ini saya baru tanam padi di musim tanam ketiga (MT 3), sebelumnya nggak panen karena sawah kebanjiran. Dengan bocornya bendung karet ini saya ya kawatir kalau tanaman padi saya kekurangan air,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan kebocoran Bendung Karet itu kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

“Kami sudah melaporkan ke Gubernur, Pak Bupati juga sudah berkirim surat ke BBWS Pemali Juana terkait dengan situasi di Bendung Karet Bungasrejo. Dimana respon dari Bapak Kepala Dinas PU Jawa Tengah sudah menyampaikan kalau saat ini masih diusahakan untuk penanganan,” kata Ratri.

Bocornya Bendung Karet itu menurut Ratri dapat berdampak terhadap sektor pertanian padi. Pasalnya, ada sekitar 4 ribu hektare lahan pertanian yang telah ditanami padi.

“Saat ini memang di sepanjang alur Sungai Juwana ada pertanaman padi sekitar 4.000 hektar itu ekuivalen dengan 25.600 gabah kering panen. Sehingga kalau tidak segera ditindaklanjuti bisa mengancam eksistensi hasil dari petani di sepanjang alur Sungai Juwana,” ungkap dia.

Menurutnya, di sepanjang aliran Sungai Juwana itu tanaman padi masih membutuhkan suplai air untuk masa pertumbuhan.

“Bervariasi jadi kalau kemarin saya melihat di lapangan ada tanaman yang usianya 10 hari setelah tanam, 15 sampai 20 hari setelah tanam. Yang jelas untuk fase-fase vegetatif nya saat ini membutuhkan air untuk pertumbuhan,” terangnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:19
06:48
01:57
02:25
01:47
01:19

Viral