news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Banyumas, Jawa Tengah..
Sumber :
  • Istimewa

Arahan Presiden Prabowo, Wamendikdasmen Fajar Tinjau SNT Banyumas untuk Dorong Katalisator Mutu Pendidikan

Wamendikdasmen memastikan program SNT berjalan sesuai arahan Presiden, mulai dari kesiapan sekolah, proses penerimaan murid, hingga pembangunan ekosistem pendidikan.
Jumat, 31 Juli 2026 - 21:05 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.comSekolah Nasional Terintegrasi (SNT) disebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus menjadi katalisator bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat meninjau SNT di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

Ia melihat kesiapan lokasi pembangunan, berdialog dengan kepala sekolah, serta menyapa calon murid yang tengah mengikuti rangkaian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Apa yang kita lakukan merupakan tindak lanjut mandat Bapak Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi,” ujar Fajar dalam keterangan resmi.

Dalam pelaksanaannya, Fajar mengatakan Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti terus memastikan program SNT berjalan sesuai arahan Presiden, mulai dari kesiapan sekolah, proses penerimaan murid, hingga pembangunan ekosistem pendidikan yang memberi manfaat bagi daerah.

Fajar menyebut kesiapan lahan SNT Banyumas telah memadai dan berharap pembangunan fisik dapat dimulai pada Oktober 2026. Di tengah pelaksanaan SPMB, calon murid SNT, termasuk di Banyumas, juga mengikuti Tes Bakat Skolastik sebagai bagian dari proses seleksi.

“Saya melihat kualitas calon murid SNT cukup baik. Kepercayaan diri, cara berkomunikasi, hingga pertanyaan yang mereka sampaikan menunjukkan kemampuan berpikir yang bagus dan kritis,” katanya.

Berdasarkan hasil sementara yang diterimanya, Fajar menyebut capaian calon murid Banyumas cukup menonjol. Untuk jenjang SMP berada pada peringkat kedua nasional, sedangkan jenjang SMA berada pada peringkat pertama nasional.

“Ini menunjukkan putra-putri Banyumas memiliki kompetensi yang sangat baik. Mudah-mudahan juga mencerminkan kekuatan ekosistem pendidikan yang telah tumbuh di Banyumas,” tuturnya.

Pada 2026, pemerintah menyiapkan SNT di 37 lokasi, dengan 17 SNT mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027. Pemerintah menargetkan penyediaan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029 sebagai pusat mutu pendidikan di daerah. 

Fajar menekankan bahwa keunggulan SNT tidak boleh menjadikannya eksklusif secara sosial. Fasilitas, inovasi pembelajaran, dan praktik baik di SNT harus dapat dimanfaatkan dan dipelajari sekolah-sekolah sekitar.

“SNT boleh unggul secara kualitas, tetapi secara sosial jangan menjadi sekolah eksklusif. SNT harus menjadi laboratorium, tempat sekolah lain datang, belajar, dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia,” tegas Fajar.

Konsep tersebut sejalan dengan desain SNT sebagai pusat peningkatan kompetensi guru, laboratorium pembelajaran, fasilitas bersama, serta pusat pengimbasan praktik baik bagi sekolah sekitar. 

“Sekolah-sekolah lain yang ingin meningkatkan kualitasnya nanti bisa belajar kepada SNT. Jadi keberadaan SNT bukan untuk berjalan sendiri, tetapi menjadi pusat mutu pendidikan yang memberi dampak kepada sekolah-sekolah di sekitarnya,” ujar Fajar.

“Kami percaya dengan dukungan pemerintah daerah, SNT akan berhasil sebagaimana yang diinginkan Bapak Presiden dan menjadi katalisator untuk menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” pungkasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Banyumas serta pimpinan UPT Kemendikdasmen di Jawa Tengah. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:30
01:23
06:42
38:14
05:34
02:18

Viral