news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Masalah sampah plastik yang mencemari wilayah pesisir dan laut masih menjadi tantangan serius bagi kelestarian ekosistem Karimunjawa..
Sumber :
  • Antara

Dari Sampah Jadi Harapan: RECEK dan SunSea Karimunjawa Tanamkan Kepedulian Lingkungan pada Generasi Muda

Masalah sampah plastik yang mencemari wilayah pesisir dan laut masih menjadi tantangan serius bagi kelestarian ekosistem Karimunjawa.
Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:48 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Masalah sampah plastik yang mencemari wilayah pesisir dan laut masih menjadi tantangan serius bagi kelestarian ekosistem Karimunjawa. Menjawab tantangan tersebut, komunitas Recycle Education Karimunjawa (RECEK) berkolaborasi dengan SunSea Karimunjawa menggelar kegiatan edukasi lingkungan bertajuk "Dari Sampah Jadi Harapan" bagi generasi muda setempat.
 
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya pengelolaan sampah, penerapan prinsip daur ulang, serta perlindungan ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan utama masyarakat Karimunjawa. Melalui pendekatan edukatif, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan mempraktikkan langsung cara memilah serta mengolah sampah rumah tangga agar bernilai guna.
 
Koordinator Recycle Education Karimunjawa (RECEK), menegaskan bahwa perubahan perilaku tidak bisa hanya mengandalkan aksi bersih-bersih pantai semata, melainkan harus dimulai dari perubahan pola pikir masyarakat.
 
"Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang. Jika dikelola dengan benar, sampah memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan kembali. Yang lebih penting adalah menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab menjaga laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Karimunjawa," ujar Salman Alfarisi dalam keterangannya.
 
Ia menambahkan, generasi muda memegang peranan kunci dalam menentukan masa depan kawasan konservasi ini. Oleh sebab itu, pendekatan yang menyenangkan dan mendidik dipilih agar peserta benar-benar paham keterkaitan antara kebiasaan sehari-hari dengan kondisi lingkungan laut.
 
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka belajar mengenali jenis sampah, memahami dampak sampah plastik terhadap biota laut, hingga merancang solusi sederhana untuk mengurangi timbulan limbah.
 
Perwakilan SunSea Karimunjawa menyambut baik inisiatif kolaboratif ini. Ia menekankan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan dukungan lintas pihak, mulai dari masyarakat, komunitas, pelaku usaha, hingga pemerintah.
 
"Pelestarian laut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, komunitas, sekolah, pelaku usaha, hingga pemerintah agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh menjadi kebiasaan bersama. Edukasi seperti ini kami harapkan dapat melahirkan generasi yang lebih peduli terhadap laut dan lingkungannya," ungkap perwakilan SunSea Karimunjawa.
 
Salah satu peserta kegiatan mengaku mendapatkan wawasan baru yang mengubah cara pandangnya terhadap sampah. Ia kini sadar akan bahaya jangka panjang sampah plastik yang dapat bertahan ratusan tahun dan mengancam keselamatan satwa laut seperti penyu dan ikan.
 
"Saya jadi tahu kalau sampah plastik bisa membahayakan penyu, ikan, dan terumbu karang. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya ingin mengajak teman-teman dan keluarga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan," tuturnya.
 
Karimunjawa yang dikenal sebagai kawasan konservasi laut dengan kekayaan hayati luar biasa—mulai dari terumbu karang, padang lamun, hingga hutan mangrove—kini menghadapi tekanan akibat aktivitas manusia. Melalui langkah edukasi ini, RECEK dan SunSea Karimunjawa berharap tumbuh kesadaran kolektif yang kuat untuk menjaga warisan alam tersebut tetap lestari, tidak hanya untuk masa kini, tetapi juga untuk generasi mendatang.(chm)


 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:31
01:24
06:07
01:27
02:40

Viral