- Istimewa
PIT HPII 2026 Dorong Penguatan Informatika Keperawatan dan Kesiapan Perawat di Era AI
Keempat, PIT HPII 2026 mendorong pengembangan panduan inovasi peningkatan mutu bagi fasilitas pelayanan kesehatan dan institusi pendidikan keperawatan, terutama inovasi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan indikator mutu klinik keperawatan.
Kelima, peserta mendapatkan penguatan keterampilan AI prompting untuk perawat, termasuk prompt engineering untuk mendukung dokumentasi keperawatan. Lima hasil tersebut menunjukkan arah HPII untuk membawa pembahasan informatika keperawatan dari forum ilmiah menuju kebutuhan nyata di institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan.
12 Inovasi Keperawatan dan Kesehatan Digital Dipamerkan
Selain rangkaian seminar dan workshop, PIT HPII 2026 juga menghadirkan 12 inovasi keperawatan dan kesehatan digital dari berbagai institusi di Indonesia. Inovasi yang dipresentasikan mencakup berbagai pendekatan, mulai dari chatbot edukasi pasien, telerehabilitasi kardiovaskular, sistem informasi dan dokumentasi keperawatan, dashboard asesmen, deteksi risiko jatuh pada lansia, teknologi untuk perawatan intensif, simulasi pediatrik berbasis virtual reality, hingga platform telehealth.
Beragam inovasi tersebut menunjukkan bahwa perawat, akademisi, dan mahasiswa kesehatan mulai mengembangkan teknologi untuk menjawab kebutuhan nyata dalam pendidikan, pelayanan, keselamatan pasien, dan pengelolaan keperawatan.
Enam Mahasiswa Raih Penghargaan Kompetisi Inovasi Digital Kesehatan
Semangat inovasi juga diperkuat melalui Kompetisi Inovasi Digital Kesehatan PIT HPII 2026 yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan gagasan dan prototipe teknologi kesehatan.
Pada acara penutupan PIT HPII 2026, Sabtu, 15 Agustus 2026, diumumkan tiga pemenang kategori Gagasan dan tiga pemenang kategori Prototipe. Kategori Gagasan dimenangkan oleh HEMATOFY, karya Rifai Miftach Fauzan dari Universitas Gadjah Mada, dengan gagasan identifikasi golongan darah menggunakan spektrofotometri dan machine learning yang terintegrasi IoT dan aplikasi mobile. Juara kedua diraih NursiVoice-TB karya Muhammad Daffa Febrian dari Universitas Jenderal Soedirman, sedangkan juara ketiga diraih NASH karya Nabilah Wildatus Azizah dari Universitas Negeri Malang.
Pada kategori Prototipe, juara pertama diraih PETRUK, karya Ovy Chandra Singhasari dari Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Kesdam V/BRW, berupa prototipe telerehabilitasi stroke dengan intervensi gamifikasi Smart Grip dan aplikasi monitoring berbasis AI.
Juara kedua diraih MAS BIMA, karya Hendra Rudiyantoko dari Universitas Respati Yogyakarta, yang mengembangkan digitalisasi operan jaga, rekam asuhan, dan komunikasi keluarga pasien berbasis web di rawat intensif jiwa. Juara ketiga diraih Multi Prima, karya Sanata Ariba Zahra dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berupa aplikasi intervensi integrasi layanan primer untuk mencegah multimorbiditas pada lansia.