news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kondisi Sungai Silugonggo di Dukuh Ngantru, Desa Mustokoharjo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami kekeringan, Selasa (1/9/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Sungai Silugonggo Menyusut, Ribuan Hektare Sawah di Pati Terancam Puso

Musim kemarau panjang mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati mencatat sebanyak 2.655 hektare lahan persawahan terancam gagal panen akibat kekeringan.
Selasa, 1 September 2026 - 19:40 WIB
Reporter:
Editor :

Pati, tvOnenews.com – Musim kemarau panjang mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati mencatat sebanyak 2.655 hektare lahan persawahan terancam gagal panen akibat kekeringan.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan menyusul terus menyusutnya debit air Sungai Silugonggo yang selama ini menjadi salah satu sumber pengairan bagi lahan pertanian masyarakat.

Kepala Dispertan Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, mengatakan lahan pertanian yang terancam gagal panen tersebar di sejumlah kecamatan.

Kecamatan Gabus menjadi wilayah dengan luas lahan terdampak paling besar, yakni mencapai 764 hektare sawah di sekitar bantaran Sungai Silugonggo. Selanjutnya Kecamatan Pati 706 hektare, Margorejo 469 hektare, Jakenan 442 hektare, dan Kayen 210 hektare.

"Ada sekitar 2.655 hektare lahan pertanian padi dari 3.057 lahan yang saat ini terancam gagal panen akibat kekeringan," kata Ratri, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah masih terus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah dampak kekeringan meluas. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengupayakan tambahan pasokan air ke Sungai Silugonggo.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian yang mulai terdampak kekeringan.

Ratri menyebut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, telah menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Surat tersebut berisi permohonan penggelontoran air ke Sungai Silugonggo sebagai langkah antisipasi terhadap terus menurunnya debit air.

"Potensi gagal panen pastinya ada. Namun Pak Plt Bupati Pati masih berupaya bersurat ke BBWS Pemali Juana sebagai bentuk upaya penggelontoran di Sungai Silugonggo agar airnya nanti bisa dimanfaatkan untuk pertanian," ujarnya.

Ratri berharap upaya penggelontoran air tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan air bagi ribuan hektare sawah yang terdampak.

Pemkab Pati, lanjut dia, juga terus memantau perkembangan kondisi lahan pertanian serta ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah.

Dengan berbagai langkah antisipasi yang dilakukan, pemerintah berharap ribuan hektare sawah yang saat ini terancam gagal panen masih dapat diselamatkan. 

Pasalnya, kekeringan yang berkepanjangan tidak hanya mengancam produktivitas pertanian, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi para petani di Kabupaten Pati. (arm/buz) 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral