- Tim tvOne - Tim tvOne
Kabupaten Blora Jadi Salah Satu Piloting Penyajian MBG Secara Prasmanan
Kalau dalam dua minggu pelaksanaan prasmanan ini berhasil, nantinya bisa dilanjutkan ke sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Blora, bahkan bisa menjadi bahan penerapan di seluruh Indonesia,” terang Wabup.
Ia berharap penerapan sistem prasmanan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi makanan yang tersisa, sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyesuaikan porsi makanan dengan kebutuhan masing-masing.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Blora, Artika Diannita, mengatakan penunjukan SDN 5 Ngawen sebagai lokasi piloting project berdasarkan nota dinas dari Badan Gizi Nasional (BGN). (buz)
“Piloting project MBG prasmanan ini sesuai dengan nota dinas dari Deputi Sistem Tata dan Kelola. Berdasarkan Nota Dinas Nomor 43 tertanggal 30 September 2026, terdapat 42 SPPG di seluruh Indonesia yang melaksanakan MBG dengan sistem prasmanan,” jelas Artika.
Artika menambahkan, selama pelaksanaan uji coba, pihaknya akan melakukan pemantauan dan mencatat hasil pelaksanaan di lapangan. Hasil tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada BGN sebagai bahan evaluasi.
“Kami akan melaporkan hasil pelaksanaan di lapangan kepada BGN. Selanjutnya, terkait keberlanjutan program, apakah akan dilanjutkan atau ada evaluasi dan kebijakan berikutnya, akan menjadi kewenangan BGN,” terangnya.
Pelaksanaan uji coba tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas sistem prasmanan dalam penyelenggaraan MBG, terutama terkait kesesuaian porsi, tingkat konsumsi makanan oleh siswa, serta pengurangan makanan yang tersisa.
Hasil evaluasi selama masa uji coba selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan BGN dalam menentukan keberlanjutan penerapan sistem MBG secara prasmanan, baik di Kabupaten Blora maupun secara lebih luas.(buz)