- tim tvone - edy cahyono
Mobil Dosen Asal Kediri Alami Kecelakaan di Kasembon Malang, Ini Kronologisnya
Malang, tvOnenews.com - Kecelakaan truk boks melawan minibus yang dikemudikan seorang dosen asal Kediri terjadi di Jalur Provinsi, Malang - Kediri tepatnya di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Akibatnya mobil minibus yang kemudikan dosen tersebut terjun ke jurang sedalam 10 meter dan mengalami kerusakan cukup parah.
Kecelakaan ini dialami seorang dosen bernama Tutut Subianti (56) asal Jalan Mangga, Kaliombo, Kota Kediri, yang terlibat kecelakaan dengan truk boks yang dikendarai Warsono asal Kabupaten Ngawi.
Kecelakaan berawal saat truk boks melaju dari arah Malang. Tiba-tiba saat jalan menikung melebihi marka jalan atau haluan terlalu kanan. Kemudian dari arah berlawanan melaju pelan minibus yang dikemudikan Tutut Subianti asal Kota Kediri, kerena haluan truk terlalu kanan akhirnya tabrakan tak terhindarkan.
Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil Toyota Agya dengan nomor Polisi AG1275 BY yang dikemudikan Tutut Subianti, warga Kota Kediri bersama dengan anaknya berumur 24 tahun yang hendak menuju ke Malang dan truk boks nomor Polisi W 9074 NW yang dikemudikan Warsono 39 tahun yang beralamat di Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi.
"Beruntung keduanya selamat dan hanya mengalami luka lecet. Setelah tabrakan terjadi mobil terjun ke jurang, mobil minibus yang dikendarai dosen asal Kediri mengalami rusak parah," kata Lestari.
Menurut keterangan Lestari, awalnya kendaraannya berada di belakang minibus yang masuk jurang tersebut, dan melihat persis minibus itu setelah tertabrak bagian kanan truk boks, kemudian jalan mundur masuk jurang.
"Karena jalan menikung tajam terlihat kendaraan ibu tadi, melaju pelan kurang lebih kecepatan 20 kilo meter perjam. Namun tiba-tiba dari arah berlawanan melaju kencang kendaraan truk boks. Kemudian body belakang truk boks tersebut menabrak mini bus yang dikemudikan ibu tadi, sontak minibus tersebut mundur dan masuk jurang," ungkap Lestari.
Sementara menurut pengakuan Tutut Subianti, saat kejadian dirinya sudah di posisi yang benar, tidak melewati marka jalan laju kendaraan sebaliknya. Kecepatan hanya 20km/jam karena saat itu kondisi jalan lumayan ramai, tiba-tiba dibelokan truk boks yang posisinya makan jalan dan dalam kecepatan tinggi langsung menabrak mobilnya.