- tim tvone - miftakhul erfan
Macet di Kota Berkembang, Kementrian Perhubungan Kembangkan Bus Kota sebagai Angkutan Pemadu Moda Transportasi
Madiun, tvOnenews.com - Minimnya transportasi umum di sejumlah kota berkembang yang beroperasi 24 jam, memicu terjadinya kemacetan. Hal ini dikarenakan banyak aktivitas perekonomian dan liburan warga menggunakan kendaraan pribadi.
Walikota Madiun Maidi membenarkan bahwa semakin berkembangnya sebuah kota maka dipastikan akan terjadi kemacetan, sehingga perlu adanya kebijakan dan strategi dalam bidang transportasi.
“Madiun ini memang salah satu kota yang diapit oleh 11 kabupaten, jika Madiun nanti fasilitasnya lengkap maka dipastikan banyak pengunjung yang datang dan pasti macet, contohnya saja waktu mudik lebaran kemarin. Madiun jadi kota jujugan pemudik,” ujar Maidi usai memberikan paparan dalam acara sosialisasi kebijakan transportasi di Sun Hotel Madiun, Rabu (3/5).
Dengan adanya sosialisasi kebijakan transportasi yang diadakan oleh Kementrian Perhubungan ini, Maidi berkesempatan untuk meminta solusi apakah angkutan umum bisa masuk kota 24 jam atau kebijakan menambah bus kota dan membangun kantong-kantong parkir, sehingga kemacetan di kota bisa diantisipasi.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Badan Kebijakan Transportasi Kementrian Perhubungan, Pandu Yunianto mengatakan salah satu solusi mengatasi kemacetan di daerah perkotaan adalah adanya angkutan pemadu moda.
Angkutan pemadu moda adalah salah satu jenis pelayanan angkutan jalan yang diselenggarakan, sebagai upaya keterwujudan keterpaduan angkutan intra dan antarmoda transportasi.
“Untuk meringankan beban masyarakat dalam melanjutkan perjalanannya, salah satu pilihannya adalah angkutan pemadu moda,” sambung Pandu.
Salah satu angkutan pemadu moda yang bisa menjadi solusi adalah bus. Selain angkutan massal bus juga lebih murah tarifnya dibanding taxi, angkutan online maupun dengan kendaraan pribadi sekalipun.
“Seperti misalkan angkutan dari Madiun menuju bandara atau sebaliknya, jika kita menggunakan taxi atau grab itu biayanya sangat mahal sekali. Makanya mumpung ada perwakilan dari DPR RI kita berjuang untuk itu,” imbuh Pandu.
Sementara itu, Soehartono Komisi V DPR RI yang membidangi insfratruktur, transportasi dan daerah tertinggal menanggapi usulan tersebut. Pihaknya bahkan telah melakukan pelebaran jalan penghubung antar kota dan kabupaten dimana jalan tersebut selalu terjadi kemacetan.
“Saya sudah melakukan solusi dalam mengatasi kemacetan tersebut diantaranya pelebaran jalan Madiun – Ponorogo, Madiun- Ngawi dan Magetan, termasuk jalan raya menuju pintu tol Madiun dan Ngawi,” tandas Soehartono.
Selain jalan, menurut Soehartono penyebab terjadinya kemacetan adalah banjir. Madiun adalah salah satu daerah yang berada di dataran rendah di Jawa Timur, sehingga setiap terjadi hujan lebat banjir menutup akses jalan raya sehingga menjadi macet.
Dengan kegiatan sosialisasi Kebijakan Transportasi ini, Soehartono berjanji semua keluhan dan masukan dari bawah akan perjuangkan di Jakarta agar masalah-masalah kemacetan di kota-kota berkembang bisa diatasi, termasuk adanya usulan membangun pemadu moda transportasi.
“Memang untuk antisipasi kemacetan di perkotaan perlu dilakukan strategi khusus seperti bus trans antar kota, kereta api jarak pendek, maupun pelebaran jalan termasuk pembangunan under pass, nanti akan saya perjuangkan di Jakarta,” pungkas Soehartono. (men/hen)